Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Harga Minyak Turun Tipis, Pasar Tetap Waspadai Gangguan Pasokan Timur Tengah

        Harga Minyak Turun Tipis, Pasar Tetap Waspadai Gangguan Pasokan Timur Tengah Kredit Foto: SKK Migas
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Harga minyak mentah turun tipis pada perdagangan Selasa (6/10026), seiring stabilnya ekspor minyak mentah dari Timur Tengah dan langkah negara-negara G7 melepas cadangan darurat yang membantu meredakan kekhawatiran terhadap pasokan global.

        Kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 4 sen menjadi US$100,28 per barel pada pukul 00.03 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat melemah 11 sen atau 0,1% menjadi US$89,33 per barel.

        "Harga minyak tidak banyak berubah setelah penurunan kemarin, seiring para pelaku pasar terus mencerna meredanya kekhawatiran terkait pasokan secara moderat," ujar kepala analis KCM Trade, Tim Waterer dikutip Reuters.

        Analis menyebut peningkatan angka ekspor Arab Saudi dan keputusan G7 untuk melepas cadangan strategis turut menahan laju harga untuk saat ini, meskipun harga minyak Brent masih bertahan di kisaran level US$100.

        Data pengiriman yang dirilis pada hari Senin menunjukkan bahwa ekspor minyak mentah dari Timur Tengah sempat melampaui tingkat sebelum perang selama empat hari pada pekan terakhir bulan September. In menegaskan ketahanan arus minyak kawasan tersebut di tengah serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

        Baca Juga: Harga Minyak Naik Jadi US$103 per Barel, Serangan Houthi ke Fasilitas Aramco Picu Kekhawatiran Pasokan

        Baca Juga: Harga Minyak Naik, Kemenkeu Evaluasi Beban Subsidi APBN

        Di sisi lain, egara-negara G7 pada hari Jumat sepakat untuk melepas 100 juta barel solar dan minyak mentah dari cadangan darurat serta berjanji untuk tidak menerapkan pembatasan ekspor energi, menyusul tekanan dari Presiden AS Donald Trump.

        Namun, konflik antara Arab Saudi dan pasukan Houthi yang didukung Iran di Yaman terus memicu kekhawatiran akan potensi gangguan pasokan dari eksportir minyak terbesar di kawasan tersebut, di tengah kebuntuan dalam perundingan AS-Iran.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: