Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Gegara Sikap Gibran, Hubungan antara Jokowi dengan Prabowo Diduga Retak

        Gegara Sikap Gibran, Hubungan antara Jokowi dengan Prabowo Diduga Retak Kredit Foto: Tangkapan layar Youtube TV Parlemen
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Sikap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat menemui korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu terus memunculkan tafsir politik.

        Pengamat politik Ray Rangkuti bahkan melihat ada perubahan posisi politik keluarga Presiden ke-7 Joko Widodo terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

        Ray menilai langkah Gibran yang meminta siswa sementara membawa bekal dari rumah dan tidak mengonsumsi makanan MBG memperlihatkan sikap yang berbeda dari pemerintah dalam merespons kasus dugaan keracunan program tersebut.

        Baca Juga: Roy Suryo Minta Gibran Mundur di Tengah Polemik Ijazah: Daripada Malu, Bro

        "Saya sih sudah berulang kali mengatakan hubungan antara Pak Jokowi dengan Pak Prabowo itu retak, gitu lho,” kata Ray dalam keterangannya, dikutip Selasa (6/10/2026).

        Saat menemui siswa dan orang tua korban, Gibran memang menyampaikan imbauan agar anak-anak untuk sementara tidak mengonsumsi makanan dari program MBG.

        “Bawa bekel dari rumah, MBG jangan dimakan,” kata Gibran.

        Menurut Ray, sikap tersebut menunjukkan Gibran mengambil posisi yang berbeda ketika pemerintah menghadapi rangkaian kasus dugaan keracunan MBG. Ia menilai pemerintah selama ini cenderung defensif dalam merespons persoalan tersebut.

        Sebaliknya, Gibran disebut Ray justru turun langsung menemui korban, mendengarkan keluhan keluarga, hingga meminta anak-anak yang terdampak untuk sementara tidak mengonsumsi MBG.

        Baca Juga: 'Kalau Gak Masuk Kasihan', Syahganda Disebut Masuk Istana Bukan Tanda Prabowo-Jokowi Retak

        “Kalau pemerintah kita ini kan berkesan denial ya, terhadap korban-korban keracunan ini. Menutupinya tidak mungkin, tetapi mau mencoba bahwa tidak ada masalah lah, kira-kira gitu. Nah, di posisi yang berbeda dilakukan oleh Gibran,” ujar Ray.

        Dari sikap tersebut, Ray membaca adanya upaya Gibran untuk memperlihatkan empati kepada masyarakat yang terdampak dugaan keracunan MBG.

        “Artinya kan Gibran itu mau menunjukkan perasaan yang sama dengan yang dihinggapi oleh banyak orang hari ini,” ungkapnya.

        Tak hanya pernyataan Gibran, Ray juga menyoroti penampilan sang Wakil Presiden ketika berada di Batang. Menurutnya, pakaian hitam yang dikenakan Gibran memiliki simbol politik tersendiri jika dibandingkan dengan citra Prabowo Subianto yang kerap tampil menggunakan pakaian putih.

        “Itulah lanjutan yang saya sebut berpisah. Karena intinya sekarang harus dibuat figur yang berbeda dengan Pak Prabowo. Kalau Pak Prabowo putih, dia hitam,” ucap Ray.

        Bagi Ray, rangkaian sikap tersebut menjadi salah satu tanda yang ia baca sebagai perubahan posisi politik keluarga Jokowi terhadap pemerintahan Prabowo. Namun, hal itu masih sebatas analisa pribadi. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: