Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Prof Yuddi Chrisnandi Buka-bukaan! Daftar Calon Kapolri Sudah Dikirim Sigit ke Presiden Sejak 2 Bulan Lalu

        Prof Yuddi Chrisnandi Buka-bukaan! Daftar Calon Kapolri Sudah Dikirim Sigit ke Presiden Sejak 2 Bulan Lalu Kredit Foto: Istihanah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Guru Besar Universitas Nasional (UNAS), Prof. Yuddi Chrisnandi, mengungkap informasi mengenai proses pengajuan nama calon Kapolri kepada Presiden. Menurut dia, nama-nama kandidat sudah beredar di lingkungan internal kepolisian jauh sebelum proses tersebut menjadi perhatian publik.

        Yuddi mengatakan dirinya telah mendengar informasi mengenai daftar calon tersebut sejak sekitar satu hingga dua bulan sebelumnya. Ia menyebut Kapolri juga telah diminta mengirimkan usulan nama kepada Presiden.

        "Jadi ketika nama dia masuk menjadi bakal calon presiden (Kapolri), tapi sudah tahu juga namanya ada dalam daftar yang dikirim oleh Kapolri. Itu sudah saya dengar sejak 1 bulan atau 2 bulan yang lalu," kata Yuddi, dikutip kanal YouTube Forum Keadilan TV, Selasa, (6/10/2026).

        "Itu sudah saya dengar bahwa Kapolri sudah diminta usulan dan Kapolri sudah mengirimkan usulan," lanjutnya.

        Meski demikian, Yuddi mengakui belum melihat secara langsung surat pengajuan tersebut. Ia mengatakan informasi mengenai nama-nama yang masuk dalam daftar sudah menjadi rahasia umum di lingkungan internal.

        "Walaupun saya belum melihat sendiri suratnya seperti apa, tetapi di internal, orang-orang dekat Pak Suyudi maupun Pak Kapolri sudah menjadi rahasia umum siapa saja yang dicalonkan oleh Kapolri Sigit kepada Presiden," jelasnya.

        Dalam daftar tersebut, Yuddi menyebut nama Suyudi Ario Seto memang tercantum. Namun, menurut dia, Suyudi bukan kandidat yang menjadi prioritas utama untuk menggantikan Listyo Jenderal Sigit Prabowo.

        "Dan memang nama Suyudi itu juga ada tetapi sekali lagi bukan prioritas yang akan menggantikan Sigit. Nomor buntut ya. Ada nama-nama lain yang lebih memiliki hubungan dekat dan itu sesuatu yang wajar. Mungkin hubungan historis, hubungan kekerabatan, hubungan tugas," ujarnya.

        Baca Juga: Kapolri Suyudi Ditantang Buktikan Hukum Tak Tebang Pilih, Jokowi Disinggung

        Yuddi menilai keputusan akhir tetap berada pada Presiden setelah seluruh nama kandidat diamati melalui proses yang kompleks. Ia menyebut jumlah perwira tinggi yang berpotensi masuk dalam pertimbangan cukup banyak, mulai dari Komjen hingga Brigjen.

        "Tapi kan Presiden sudah mengamati semua nama itu melalui prosedur yang sangat kompleks. Tadi saya sebutkan ada 32 Komjen, ada 120 bintang dua, ada ratusan Brigjen. Tapi Presiden pada akhirnya dia sudah punya kriteria," kata dia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Bagikan Artikel: