Rocky Gerung Akui Dagangkan Reputasinya ke Prabowo: Saya Enggak Pernah Tukar-tambah...
Kredit Foto: Christian Andy
Pengamat Politik Rocky Gerung buka-bukaan mengenai keputusannya bergabung ke lingkungan pemerintahan sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Presiden Prabowo Subianto.
Rocky menyebut dirinya membawa reputasi yang selama ini melekat pada sosoknya ketika menerima penugasan tersebut. Namun, ia membantah bahwa keputusan masuk pemerintahan dilakukan untuk mendapatkan keuntungan atau fasilitas pribadi.
Baca Juga: Rocky Gerung: Tugas Pertama Syahganda Adalah Memulihkan Nama Baik Saya
“Rocky Gerung reputasinya didagangkan pada Prabowo. Saya enggak pernah tukar tambah reputasi saya dengan fasilitas dari awal,” tegasnya dikutip Rabu (7/10/2026).
Ia menegaskan bahwa keputusannya bukan semata-mata untuk memperoleh fasilitas karena berada di dalam lingkaran kekuasaan. Sebaliknya, Rocky mengatakan dirinya ingin tetap menyampaikan pemikiran secara langsung kepada Presiden Prabowo.
Ia sebelumnya menyebut posisi barunya dalam pemerintahan membuat dirinya kini berada di lingkungan istana dan otomatis berhadapan dengan risiko kritik publik.
“Saya ada di kalangan istana sekarang, akan jadi sasaran,” ucap dia.
Rocky sendiri resmi menjadi anggota wantimpres setelah dilantik Presiden Prabowo, Jumat (2/10/2026). Ia merupakan satu dari 26 anggota yang diangkat Presiden berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 107/P Tahun 2026.
Rocky bergabung dengan sejumlah tokoh nasional, antara lain Pratikno, Hatta Rajasa, Muhammad Qodari, Jusuf Wanandi, Jusuf Hamka, Margarito Kamis hingga Ignasius Jonan.
Adapun Rocky menjelaskan bahwa wantimpres memiliki peran untuk memberikan masukan dan pertimbangan kepada Prabowo. Sekretariat Negara menyebut komposisi wantimpres terdiri dari tokoh-tokoh dengan latar belakang, profesi, pengetahuan, dan pengalaman yang beragam.
Rocky sendiri mengungkapkan bahwa presiden memberikan pesan mengenai posisi wantimpres sebagai lembaga yang memiliki kedudukan etis, bukan teknis.
Menurut Rocky, para anggota wantimpres perlu mampu melihat dampak kebijakan dan memberikan pertimbangan mengenai arah kebijakan agar sesuai dengan visi Presiden.
Ia juga menggambarkan wantimpres sebagai semacam oversight committee yang membutuhkan keahlian dan ketajaman membaca persepsi publik terhadap kekuasaan.
Baca Juga: Ternyata Ini Alasan Prabowo Lantik Syahganda Jadi Kepala Bakom: Butuh Telinga di Akar Rumput
“Semacam oversight committee, dalam perusahaan namanya oversight committee. Tapi karena ini perusahaan publik, maka keahlian diperlukan, ketajaman naluri harus diandalkan, dan yang paling penting adalah menunjukkan tanpa ragu-ragu apa yang salah di dalam persepsi publik terhadap kekuasaan, dan bagaimana kekuasaan mengolah persepsi itu menjadi positif bagi negeri,” tutur Rocky.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: