Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Prabowo Minta Rekrutmen TNI-Polri Tak Hanya Andalkan Fisik, Intelektual Jadi Sorotan

        Prabowo Minta Rekrutmen TNI-Polri Tak Hanya Andalkan Fisik, Intelektual Jadi Sorotan Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Prabowo Subianto menegaskan calon prajurit TNI dan anggota Polri tak harus memiliki fisik sempurna untuk direkrut. Menurutnya, kemampuan intelektual semakin penting untuk menghadapi perang hibrida yang mengandalkan teknologi seperti drone.

        Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurahman usai mengikuti taklimat bersama Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (7/10/2026).

        Dudung mengatakan, Prabowo mengapresiasi kontribusi TNI dan Polri dalam mendukung berbagai program pemerintah, mulai dari ketahanan pangan, ketahanan energi, hingga menjaga situasi keamanan nasional.

        "Presiden mengucapkan terima kasih atas sumbangsih TNI dan Polisi yang selama ini mendukung program pemerintah baik ketahanan pangan, ketahanan energi, termasuk menjaga situasi keamanan saat ini. Beliau mengapresiasi," ujar Dudung.

        Baca Juga: Tepis Isu Pergantian Panglima TNI, Dasco Pastikan DPR Belum Terima Surpres dari Prabowo

        Dalam kesempatan tersebut, Dudung menegaska bahwa Prabowo menekankan perlunya pembenahan sistem rekrutmen TNI dan Polri agar tidak hanya berfokus pada kemampuan fisik, tetapi turut mempertimbangkan kecerdasan calon personel.

        "Harus menyiapkan juga secara profesional, baik sistem rekrutmen ke depan itu adalah tidak serta melihat tentang fisik, tetapi adalah intelektual," kata Dudung.

        Ia menambahkan, Presiden menilai penggunaan kacamata tidak seharusnya menjadi hambatan bagi seseorang untuk bergabung dengan TNI maupun Polri selama memiliki kemampuan intelektual yang baik.

        "Kalau misalnya masuk tentara, polisi pakai kacamata juga boleh, tapi dia pintar," ujar Dudung.

        Menurut Dudung, hal tersebut berkaitan dengan tantangan keamanan dan peperangan di masa depan yang semakin mengandalkan teknologi. Salah satunya adalah perang hibrida atau hybrid warfare yang melibatkan penggunaan drone dan teknologi lainnya.

        "Karena tantangan ke depan ini kan perang itu perang hybrid, perang pakai drone dan sebagainya. Sehingga itu yang menjadi konsentrasi Bapak Presiden," katanya.

        Selain sistem rekrutmen, Prabowo juga menyoroti peningkatan pendidikan dan latihan bagi prajurit untuk menghadapi perkembangan situasi global.

        "Situasi global saat ini juga perlu disikapi dengan meningkatkan bagaimana profesionalisme prajurit, harus meningkatkan baik pendidikan maupun latihan," tutur Dudung.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Istihanah
        Editor: Istihanah

        Bagikan Artikel: