Messi Resmi Pergi, Scaloni Akui Warisannya Terlalu Besar untuk Digantikan
Kredit Foto: Seleccion Argentina
Argentina kini harus menghadapi kenyataan yang selama bertahun-tahun terasa sulit dibayangkan. Lionel Messi resmi mengakhiri perjalanan bersama tim nasional dan meninggalkan ruang kosong yang menurut Lionel Scaloni nyaris mustahil diisi dalam waktu dekat.
Pelatih Argentina itu mengakui timnya kehilangan sosok yang memiliki kemampuan istimewa untuk mengubah jalannya pertandingan. Bahkan ketika permainan berjalan buruk, Messi mampu menghadirkan momen ajaib yang membuat perbedaan.
"Sosok pemain yang—bahkan saat Anda sedang menjalani pertandingan yang buruk—mampu memecah kebuntuan lewat kecemerlangannya itu kini tak lagi ada; namun, kami memiliki tim yang mampu meraih banyak hal secara bersama-sama," kata Scaloni, dikutip dari laman resmi AFA, Rabu.
Pernyataan tersebut menggambarkan betapa besar ketergantungan Argentina terhadap kualitas individu Messi selama bertahun-tahun. Bukan hanya soal gol atau assist, keberadaan La Pulga juga memberikan kepercayaan diri kepada rekan-rekannya ketika pertandingan berada dalam situasi sulit.
Scaloni kini harus mencari cara agar kekuatan Argentina tidak ikut hilang bersama kepergian Messi. Menurutnya, satu-satunya jalan untuk menutup kehilangan tersebut adalah membangun tim yang mampu saling menopang.
"Satu-satunya cara untuk mengimbangi ketidakhadirannya adalah dengan memiliki tim yang hebat, di mana setiap orang turut berkontribusi," ujar Scaloni.
Tantangan tersebut sekaligus menjadi babak baru bagi Argentina. Tim yang sebelumnya memiliki Messi sebagai pemain yang bisa menjadi pembeda kini dituntut untuk menemukan sumber kekuatan dari permainan kolektif.
Scaloni pun menyadari tidak mudah menemukan pemain dengan pengaruh seperti Messi. Aura dan kemampuan yang dimiliki kapten Argentina tersebut membuat proses membangun tim terasa lebih sederhana ketika dirinya masih berada di dalam skuad.
Di sisi lain, Scaloni menilai kepergian Messi tidak menghapus warisan besar yang telah ditinggalkannya untuk Argentina. Sang pelatih justru menganggap kontribusi Messi selama memperkuat tim nasional akan menjadi bagian penting dari sejarah sepak bola negara tersebut.
"Kami berterima kasih kepadanya atas segala hal yang telah ia berikan kepada kami, serta atas apa yang ia tinggalkan. Warisan yang ia tinggalkan sungguh luar biasa," tutur Scaloni.
Baca Juga: Nico Paz Disiapkan Jadi Pewaris Messi
Hubungan Scaloni dan Messi sendiri berlangsung selama delapan tahun. Sejak mulai bekerja sama pada 2018, keduanya melewati periode yang akhirnya membawa Argentina kembali ke puncak sepak bola dunia.
Bersama Scaloni, Messi dan Argentina berhasil meraih Copa America 2021, Finalissima 2022, Piala Dunia 2022, serta Copa America 2024. Rangkaian gelar tersebut membuat era keduanya menjadi salah satu periode paling sukses dalam sejarah tim nasional Argentina.
Scaloni juga menyebut kesempatan melatih Messi sebagai salah satu pengalaman yang sangat berarti dalam kariernya. Ia mengaku bersyukur pernah menjadi pelatih salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepak bola.
Kini, Argentina harus melanjutkan perjalanan tanpa pemain yang selama ini menjadi pusat perhatian sekaligus pembeda di lapangan. Scaloni tidak bisa mencari sosok baru yang sekadar menggantikan nama Messi, melainkan harus membangun tim yang mampu membuat kehilangan tersebut tidak menjadi penghalang untuk kembali meraih prestasi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: