Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Baterai EV Perdana Diekspor dari IWIP, Ekspor Kawasan Capai US$11 Miliar

        Baterai EV Perdana Diekspor dari IWIP, Ekspor Kawasan Capai US$11 Miliar Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Maluku Utara -

        Ekspor perdana baterai kendaraan listrik (EV) dilakukan dari kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026). 

        Ekspor tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekosistem hilirisasi nikel hingga industri baterai kendaraan listrik.

        CEO Danantara Indonesia, Rosan P Roeslani, mengatakan ekspor dari kawasan IWIP selama ini telah mencapai sekitar US$11 miliar. Jika digabungkan dengan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), total ekspor kedua kawasan mencapai US$28 miliar atau sekitar 10% dari total ekspor Indonesia.

        “Dan selama ini ekspor yang terjadi dari kawasan ini kurang lebih 11 miliar Dollar. Kalau digabungkan dengan kawasan IMIP yang pertama dibangun oleh Tsingshan, itu total apa total ekspornya mencapai 28 miliar Dollar atau 10% dari total ekspor Indonesia, Bapak Presiden. Jadi memang sangat signifikan,” kata Rosan dalam agenda Groundbreaking dan Komersialisasi Ekosistem Hilirisasi Nikel serta Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik di Kawasan Industri Weda Bay.

        Rosan menyebut ekspor dari Maluku Utara selama ini didominasi produk olahan nikel, seperti ferronickel, nickel matte, MHP, nickel sulfate, dan kobalt.

        Sementara pengembangan industri di IWIP kini diarahkan untuk membangun rantai pasok baterai kendaraan listrik secara terintegrasi.

        “Jadi ini akan menjadikan the whole ecosystem sudah ada di sini, kita akan menjadi rantai pasok global baterai kendaraan listrik dan tentunya seperti yang Bapak sampaikan, hilirisasi ini ujungnya adalah industrialisasi,” ujarnya.

        Sejumlah proyek yang dikembangkan mencakup material baterai berbasis nikel, separator battery EV, elektronik battery EV, aluminium elektrolit, alat berat berbasis listrik, dan photovoltaic glass.

        Rosan mengatakan terdapat 10 proyek strategis di IWIP dengan total investasi mencapai US$10,2 miliar atau sekitar Rp180 triliun. Empat proyek telah selesai dan melakukan seremoni komersial serta ekspor dengan nilai investasi US$3,4 miliar atau sekitar Rp60 triliun.

        Baca Juga: Rosan Ungkap 10 Proyek Hilirisasi IWIP, Investasi Tembus US$10,2 Miliar

        Baca Juga: Belanja UMKM IWIP Capai Rp1,1 Triliun, 77,6 Persen Terserap di Maluku Utara

        Adapun enam proyek lainnya dengan nilai investasi US$6,8 miliar melakukan peletakan batu pertama dan diproyeksikan menciptakan lebih dari 10.000 lapangan pekerjaan.

        Kawasan IWIP telah menyerap investasi US$20 miliar sejak 2018. Dengan tambahan investasi US$7 miliar, total investasi kawasan tersebut akan mencapai US$27 miliar dengan penyerapan tenaga kerja total 117.000 orang.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: