Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pelindo Dorong Integrasi Infrastruktur untuk Perkuat Pertumbuhan Ekonomi

        Pelindo Dorong Integrasi Infrastruktur untuk Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Kredit Foto: Pelindo
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo terus memperkuat integrasi infrastruktur kepelabuhanan dengan kawasan industri, jaringan transportasi, dan ekosistem digital agar pengembangan pelabuhan mampu menciptakan trafik, meningkatkan efisiensi logistik, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah.

        Upaya tersebut sejalan dengan arah transformasi BUMN yang didorong Danantara melalui konsolidasi, penguatan tata kelola, serta investasi yang lebih terukur. Dalam Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Kamis (8/10), Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengatur (BP) BUMN, Dony Oskaria menekankan bahwa transformasi pengelolaan BUMN menjadi bagian penting dalam membangun fundamental ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.

        “Danantara diharapkan menjadi engine of growth, mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan sebanyak mungkin, sekaligus membawa transformasi yang fundamental dalam pengelolaan BUMN-BUMN kita,” kata Dony.

        Menurut Dony, transformasi tersebut dilakukan dengan menata kembali portofolio BUMN secara menyeluruh. Dari lebih dari seribu perusahaan yang berada dalam ekosistem BUMN, evaluasi dilakukan berdasarkan karakteristik industri, global benchmark, model bisnis, struktur biaya, kondisi pasar, kemampuan finansial, hingga kapasitas organisasi. Hasil evaluasi menjadi dasar untuk menentukan perusahaan yang perlu diperkuat, dikonsolidasikan, didivestasikan, maupun dilikuidasi.

        Penguatan tata kelola juga menjadi bagian penting dalam transformasi tersebut. Danantara mendorong disiplin investasi dengan memastikan setiap investasi BUMN memiliki dasar keekonomian yang memadai dan sejalan dengan strategi perusahaan. Menurut Donny, langkah tersebut diperlukan agar BUMN memiliki fundamental yang lebih kuat sekaligus mampu menghasilkan nilai yang dapat kembali digunakan untuk mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi.

        Sejalan dengan arah tersebut, Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar menilai integrasi menjadi faktor utama agar pembangunan infrastruktur tidak berhenti pada masing-masing sektor. Menurutnya, pelabuhan, jalan, kawasan industri, serta infrastruktur pendukung perlu direncanakan sebagai satu ekosistem yang saling terhubung.

        “Integrasi adalah satu hal yang paling penting dalam bagaimana kita menurunkan biaya logistik. Kita perlu mengintegrasikan berbagai bidang yang berkaitan dengan logistik agar infrastruktur yang dibangun dapat saling mendukung dan memberikan manfaat yang optimal,” ujar Achmad.

        Pembangunan infrastruktur yang dilakukan secara terpisah berpotensi membuat aset tidak termanfaatkan secara optimal. Di Pelabuhan, misalnya, membutuhkan konektivitas dengan hinterland, akses jalan, serta aktivitas ekonomi di sekitarnya agar mampu menciptakan trafik secara berkelanjutan. Pentingnya integrasi konektivitas juga tercermin dalam pengembangan Pelabuhan Kijing di Mempawah yang semakin relevan seiring berkembangnya kawasan hilirisasi dan aktivitas industri di wilayah tersebut.

        Pendekatan tersebut sejalan dengan arah pengembangan Pelindo yang telah berkembang dari operator pelabuhan menjadi penyedia layanan end-to-end dan penggerak ekosistem. Pelindo mendorong integrasi pelabuhan dengan port-associated industries, kawasan industri, serta jaringan transportasi untuk menciptakan efisiensi dan menstimulasi pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar pelabuhan. 

        Achmad menambahkan, integrasi fisik perlu berjalan beriringan dengan integrasi digital. Arus barang di pelabuhan tidak dapat dipisahkan dari arus dokumen dan informasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari operator terminal, perusahaan pelayaran, pemilik barang, perusahaan logistik, hingga regulator.

        Untuk itu, Pelindo mengembangkan ADHARA, platform digital yang menghubungkan berbagai sistem dalam ekosistem logistik maritim. Platform tersebut diarahkan untuk memperkuat interoperabilitas data serta mendukung National Logistics Ecosystem dan Satu Data Indonesia.

        “Arus barang bisa berjalan dengan baik apabila layanan pelabuhan berjalan baik, sementara arus dokumen membutuhkan sistem yang juga terintegrasi. Melalui ADHARA, kami berupaya menghubungkan berbagai pelaku dan platform dalam ekosistem logistik sehingga prosesnya menjadi lebih efisien,” kata Achmad.

        Baca Juga: Pelindo Perkenalkan ADHARA, Hubungkan Ekosistem Maritim dalam Satu Platform Digital

        Baca Juga: Dony Oskaria Ungkap Transformasi Pelindo dan Pertamina Gas, Dorong Perubahan Model Bisnis

        Achmad menjelaskan bahwa efisiensi logistik tidak hanya ditentukan oleh kecepatan pergerakan barang, tetapi juga oleh kelancaran arus informasi dan dokumen. Melalui integrasi digital, berbagai proses yang sebelumnya berjalan secara terpisah diharapkan dapat terkoneksi sehingga meningkatkan efisiensi dan mendukung pengurangan dwelling time.

        Ke depan, Pelindo akan terus memperkuat perannya dalam membangun konektivitas dan integrasi rantai logistik nasional melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, sinergi antar-BUMN, pengembangan infrastruktur, serta pemanfaatan teknologi digital.

        “Integrasi adalah satu hal yang paling penting. Bagaimana kita menurunkan biaya logistik. Integrasi segala bidang yang berkaitan dengan kelogistikan,” tutup Achmad.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: