Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Industri otomotif nasional masih harus mengejar penjualan sekitar 171.000 unit mobil dalam tiga bulan terakhir 2026 untuk mencapai target tahunan sebanyak 850.000 unit. Hingga September, distribusi mobil dari pabrik ke dealer tercatat mencapai 679.020 unit.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menargetkan penjualan mobil nasional sebanyak 850.000 unit sepanjang 2026. Dengan capaian tersebut, industri otomotif masih membutuhkan tambahan distribusi 170.980 unit pada Oktober hingga Desember.
Artinya, pasar mobil perlu mencatat rata-rata distribusi sekitar 57.000 unit per bulan pada kuartal IV agar target tersebut tercapai.
Kebutuhan itu menjadi tolok ukur berikutnya bagi industri otomotif nasional setelah distribusi mobil pada September mengalami koreksi dibandingkan bulan sebelumnya.
Berdasarkan data Gaikindo, wholesales atau distribusi mobil dari pabrik ke dealer pada September 2026 mencapai 79.540 unit. Angka tersebut turun 2,7% dibandingkan Agustus 2026.
Sementara itu, penjualan ritel atau retail sales, yakni distribusi kendaraan dari dealer ke konsumen, tercatat sebanyak 81.243 unit. Jumlah tersebut turun 2,6% dibandingkan Agustus yang mencapai 83.421 unit.
Meski mengalami penurunan secara bulanan, kinerja pasar otomotif masih menunjukkan pertumbuhan ketika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada September 2026, wholesales tumbuh 28,1% secara tahunan, sedangkan retail sales meningkat 27,4%. Perbedaan ini menunjukkan bahwa koreksi bulanan belum menghapus pertumbuhan pasar secara tahunan.
Penjualan Mobil Tumbuh 21% hingga September
Secara kumulatif, distribusi mobil dari pabrik ke dealer sepanjang Januari-September 2026 mencapai 679.020 unit, meningkat 21% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi penjualan ritel, jumlah kendaraan yang terserap konsumen mencapai 676.223 unit. Angka tersebut tumbuh 15,4% dibandingkan periode Januari-September 2025.
Pertumbuhan tersebut menjadi modal bagi industri otomotif untuk mengejar target penjualan hingga akhir tahun. Namun, pencapaian target tetap bergantung pada kemampuan pasar mempertahankan volume penjualan selama tiga bulan tersisa.
Baca Juga: Danantara: Menteri dan Wakil Menteri Bakal Dibagikan Mobil Maung Garuda
Baca Juga: Gaikindo Targetkan Transaksi Auto Week 2026 Tembus Rp6,8 Triliun
Baca Juga: Penjualan Mobil Nasional Tembus 676.223 Unit hingga September 2026, Mobil China Masuk 5 Besar
Sebagai perbandingan, target Gaikindo sebesar 850.000 unit pada 2026 sedikit lebih tinggi daripada realisasi penjualan mobil sepanjang 2025. Meski demikian, target tersebut masih berada di bawah ambang 1 juta unit yang pernah menjadi patokan pasar otomotif nasional.
Dengan kebutuhan distribusi rata-rata sekitar 57.000 unit per bulan pada kuartal IV, target 850.000 unit secara hitungan masih memungkinkan dicapai. Kebutuhan bulanan tersebut juga lebih rendah daripada volume wholesales September yang mencapai 79.540 unit.
Namun, capaian satu bulan belum menjamin kinerja yang sama akan bertahan hingga akhir tahun. Perkembangan permintaan konsumen dan strategi penjualan produsen maupun dealer akan menjadi faktor yang perlu dicermati pada periode berikutnya.
Industri otomotif kini memasuki fase penentuan untuk mengonversi pertumbuhan yang sudah tercatat sepanjang sembilan bulan pertama menjadi pencapaian target tahunan. Kinerja pada kuartal IV akan menunjukkan sejauh mana momentum pasar mobil nasional mampu bertahan hingga penutupan 2026.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Dian Ihsan