Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pernah Jadi Bintang AS Roma dan Inter Milan, Radja Nainggolan Akui Menyesal Lewatkan Timnas Indonesia

        Pernah Jadi Bintang AS Roma dan Inter Milan, Radja Nainggolan Akui Menyesal Lewatkan Timnas Indonesia Kredit Foto: Antara/Rifqi Raihan Firdaus
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Radja Nainggolan pernah merasakan persaingan di level tertinggi sepak bola Eropa dengan membela klub-klub besar seperti AS Roma dan Inter Milan. Namun, ketika melihat kembali perjalanan kariernya pada usia 38 tahun, mantan gelandang Timnas Belgia itu justru memikirkan satu kesempatan yang tidak pernah diambilnya, yakni memperkuat Timnas Indonesia.

        Penyesalan tersebut diungkapkan Nainggolan dalam wawancara dengan media Belgia, Nieuwsblad. Ia mengaku cara pandangnya terhadap peluang membela Indonesia kini berbeda dibandingkan ketika masih berada di puncak kariernya sebagai pesepak bola profesional.

        “Saat itu, saya tidak memikirkan hal itu, tetapi sekarang saya berusia 38 tahun, saya melihat hal-hal secara berbeda,” kata Nainggolan.

        Pengakuan itu menjadi menarik karena Nainggolan bukan pemain yang kekurangan pengalaman di panggung internasional. Ia pernah memperkuat Belgia selama beberapa tahun, tetapi perjalanan tersebut tidak berakhir seperti yang mungkin diharapkannya.

        “Terutama ketika saya melihat karier internasional saya di sini dan bagaimana berakhirnya di bawah Martinez. Saya bisa saja memiliki karier selama 15 tahun sebagai pemain internasional Indonesia,” ujarnya.

        Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Nainggolan kini melihat kemungkinan membela Indonesia dari sudut pandang berbeda. Ia membayangkan karier internasional yang lebih panjang bersama negara yang memiliki keterkaitan dengan latar belakang keluarganya.

        Meski demikian, pernyataan itu tidak berarti Nainggolan pernah resmi memperkuat Timnas Indonesia atau telah menerima panggilan untuk bergabung dengan skuad Garuda. Pengakuannya lebih mengarah pada penyesalan atas pilihan karier internasional yang baru ia pikirkan secara berbeda setelah bertahun-tahun berlalu.

        Baca Juga: Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes Terancam Jadi Cadangan di Ajax, Van der Sar Akui Situasinya Sulit

        Nama Nainggolan sendiri dikenal luas berkat kiprahnya di sepak bola Italia. Ia membangun reputasi sebagai gelandang dengan karakter permainan agresif, kemampuan bertarung di lini tengah, serta pengalaman menghadapi lawan-lawan kuat di kompetisi elite Eropa.

        Kariernya di Italia berkembang setelah bergabung dengan Piacenza. Ia kemudian memperkuat Cagliari pada periode 2010 hingga 2014, sebelum namanya semakin dikenal ketika bergabung dengan AS Roma pada 2014.

        Bersama Roma, Nainggolan menjadi salah satu pemain penting di lini tengah. Performa tersebut membawanya ke Inter Milan setelah menjalani sekitar empat tahun bersama klub ibu kota Italia itu.

        Perjalanan Nainggolan tidak berhenti di dua klub besar tersebut. Ia sempat kembali ke Cagliari dengan status pinjaman sebelum melanjutkan karier ke Royal Antwerp pada 2021, kemudian menjalani periode singkat bersama SPAL di Italia.

        Nainggolan juga pernah merasakan atmosfer sepak bola Indonesia ketika bergabung dengan Bhayangkara FC pada November 2023. Ia memperkuat klub tersebut hingga Juli 2024, sebelum kembali melanjutkan perjalanan kariernya di Eropa.

        Setelah sempat tidak memiliki klub selama sekitar tujuh bulan, Nainggolan bergabung dengan Lokeren-Temse pada Januari 2025. Ia kemudian melanjutkan karier bersama Patro Eisden pada Januari 2026, memperpanjang perjalanannya di sepak bola Belgia.

        Rentetan klub tersebut menunjukkan panjangnya pengalaman Nainggolan di level profesional. Namun, ketika berbicara mengenai karier internasional, ia justru menyoroti bagian perjalanan yang tidak pernah terwujud bersama Indonesia.

        Pengakuan Nainggolan menjadi refleksi tentang keputusan yang baru terasa berbeda setelah waktu berlalu. Mantan pemain AS Roma dan Inter Milan itu kini membayangkan bagaimana perjalanan internasionalnya mungkin akan berlangsung jika dahulu ia memilih membela Timnas Indonesia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: