- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Ini Daftar 81 Emiten yang Masuk Pengawasan HSC BEI, Saham Tokoh Wantimpres Ikut Tersorot
Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menambah daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC). Setelah penambahan terbaru, jumlah emiten yang masuk dalam daftar pemantauan tersebut mencapai 81 perusahaan.
Sejumlah emiten yang terafiliasi dengan tokoh nasional yang menjabat di Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) turut masuk dalam daftar tersebut. Mereka antara lain Chairul Tanjung melalui CT Corp, Dato’ Sri Tahir melalui Mayapada Group, serta Jusuf Hamka.
Berikut daftar emiten yang terafiliasi dengan ketiga tokoh tersebut:
- CT Corp (Chairul Tanjung): PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) dan PT Bank Mega Tbk. (MEGA).
- Mayapada Group (Dato’ Sri Tahir): PT Bank Mayapada Internasional Tbk. (MAYA), PT Maha Properti Indonesia Tbk. (MPRO), dan PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk. (SRAJ).
- Jusuf Hamka: PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. (CMNP).
Berdasarkan evaluasi BEI, indikasi konsentrasi kepemilikan saham pada keenam emiten tersebut berada di atas 90%. MPRO mencatat angka tertinggi, yakni 99,99%, disusul SRAJ sebesar 97,21%, MAYA 96,68%, CMNP 96,64%, MEGA 95,68%, dan BBHI 92,71%.
Masuknya saham-saham tersebut dalam daftar HSC juga menjadi sorotan di tengah perdagangan Selasa (13/10/2026). Sejumlah saham tercatat melemah, meski pergerakannya bervariasi.
Saham MAYA turun 2,02% ke level Rp194 per saham. MEGA terkoreksi 2,04% ke Rp1.920, sedangkan BBHI melemah 0,65% ke Rp765 per saham.
Sementara itu, saham SRAJ dan MPRO terpantau stagnan, masing-masing di level Rp13.000 dan Rp1.200 per saham.
Baca Juga: BEI Beri Sanksi 70 Emiten, PGAS hingga INRU Ikut Terseret
Berikut daftar lengkap 81 emiten yang masuk dalam pengawasan BEI beserta persentase indikasi konsentrasi kepemilikannya:
- PT Maha Properti Indonesia Tbk. (MPRO) – 99,99%
- PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) – 99,96%
- PT Krom Bank Indonesia Tbk. (BBSI) – 99,95%
- PT Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN) – 99,95%
- PT Golden Flower Tbk. (POLU) – 99,94%
- PT Soho Global Health Tbk. (SOHO) – 99,93%
- PT Bank Permata Tbk. (BNLI) – 99,92%
- PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk. (YUPI) – 99,91%
- PT Rockfields Properti Indonesia Tbk. (ROCK) – 99,85%
- PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk. (PRAY) – 99,84%
- PT Bank SMBC Indonesia Tbk. (BTPN) – 99,78%
- PT FAP Agri Tbk. (FAPA) – 99,77%
- PT Ifishdeco Tbk. (IFSH) – 99,77%
- PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMAR) – 99,58%
- PT Multipolar Technology Tbk. (MLPT) – 99,42%
- PT Cemindo Gemilang Tbk. (CMNT) – 99,41%
- PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS) – 99,24%
- PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk. (LIFE) – 99,21%
- PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) – 99,14%
- PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI) – 98,90%
- PT Prima Andalan Mandiri Tbk. (MCOL) – 98,62%
- PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) – 98,50%
- PT Hoffmen Cleanindo Tbk. (KING) – 98,40%
- PT Satria Mega Kencana Tbk. (SOTS) – 98,35%
- PT Indoritel Makmur Internasional Tbk. (DNET) – 98,06%
- PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk. (RISE) – 98,03%
- PT Samator Indo Gas Tbk. (AGII) – 97,75%
- PT Ancara Logistics Indonesia Tbk. (ALII) – 97,62%
- PT Delta Giri Wacana Tbk. (DGWG) – 97,35%
- PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) – 97,31%
- PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk. (SRAJ) – 97,21%
- PT Metropolitan Kentjana Tbk. (MKPI) – 97,02%
- PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) – 96,70%
- PT Habco Trans Maritima Tbk. (HATM) – 96,09%
- PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) – 96,62% (Baru)
- PT BSA Logistics Indonesia Tbk. (WBSA) – 95,82%
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) – 95,76%
- PT Bank Mega Tbk. (MEGA) – 95,68%
- PT Ekamas Fortuna Tbk. / MORA – 95,65%
- PT Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO) – 95,35%
- PT Perdana Bangun Pusaka Tbk. (KONI) – 95,08%
- PT Hotel Fitra International Tbk. (FITT) – 95,00%
- PT Siantar Top Tbk. (STTP) – 94,95%
- PT Bank Ina Perdana Tbk. (BINA) – 94,79%
- PT Kota Satu Properti Tbk. (SATU) – 94,27%
- PT Transcoal Pacific Tbk. (TCPI) – 94,10%
- PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI) – 93,83%
- PT Mahkota Group Tbk. (MGRO) – 93,76%
- PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) – 95,79% (Baru)
- PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) – 92,71%
- PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. (CMNP) – 96,64%
- PT Asia Sejahtera Mina Tbk. (AGAR) – 99,32%
- PT Alakasa Industrindo Tbk. (ALKA) – 98,21%
- PT Bukit Darmo Property Tbk. (BKDP) – 95,45%
- PT Saranacentral Bajatama Tbk. (BAJA) – 93,89%
- PT Intermedia Capital Tbk. (MDIA) – 94,31%
- PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk. (BDKR) – 94,95%
- PT Steady Safe Tbk. (SAFE) – 98,14%
- PT Charnic Capital Tbk. (NICK) – 99,28%
- PT MultiSpunindo Jaya Tbk. (MSJA) – 98,62%
- PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk. (BIKE) – 93,08%
- PT Royalindo Investa Wijaya Tbk. (INDO) – 94,96%
- PT Bank of India Indonesia Tbk. (BSWD) – 99,95%
- PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB) – 95,78% (Baru)
- PT Golden Eagle Energy Tbk. (SMMT) – 97,12% (Baru)
- PT Cita Mineral Investindo Tbk. (CITA) – 99,16% (Baru)
- PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk. (BMAS) – 99,91% (Baru)
- PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) – 95,58% (Baru)
- PT Akasha Wira International Tbk. (ADES) – 95,10% (Baru)
- PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk. (SAME) – 94,99% (Baru)
- PT Bank Mestika Dharma Tbk. (BBMD) – 99,25% (Baru)
- PT Sillo Maritime Perdana Tbk. (SHIP) – 98,30% (Baru)
- PT Bali Towerindo Sentra Tbk. (BALI) – 92,60% (Baru)
- PT Indonesian Paradise Property Tbk. (INPP) – 98,72% (Baru)
- PT Enseval Putera Megatrading Tbk. (EPMT) – 99,01% (Baru)
- PT Duta Pertiwi Tbk. (DUTI) – 99,88% (Baru)
- PT Bank Mayapada Internasional Tbk. (MAYA) – 96,68% (Baru)
- PT Citra Putra Realty Tbk. (CLAY) – 99,89% (Baru)
- PT Temas Tbk. (TMAS) – 95,30% (Baru)
- PT Diamond Food Indonesia Tbk. (DMND) – 99,86% (Baru)
- PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) – 90,00%
Langkah pengawasan HSC ini terus diperketat oleh bursa untuk mendorong peningkatan rasio saham beredar di publik (free float), memperkuat transparansi kepemilikan, serta menjaga keteraturan perdagangan di pasar modal Indonesia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan