Tanggapi Budi Arie, Eks Ketua BEM UI: Gibran Enggak Ada Apa-Apanya Dibandingkan Anak Muda Kalimantan yang Hari ini Susah Bernafas
Kredit Foto: ChatGPT/Belinda Safitri
Mantan perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Atan Zayyid Sulthan, melontarkan kritik keras terhadap pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, terkait sosok Gibran Rakabuming Raka.
Budi Arie sebelumnya menyebut Gibran sebagai tokoh muda dengan energi besar yang tengah ditempa melalui polemik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait ijazah SMA, agar kelak menjadi politisi petarung sejati.
Menanggapi klaim tersebut, Atan secara tegas menepis anggapan bahwa Gibran adalah representasi anak muda yang tangguh. Ia menilai karir politik Gibran tidak lepas dari keistimewaan yang dimilikinya.
Atan menyebutkan bahwa label "politisi petarung" tidak relevan disematkan kepada Gibran. Menurutnya, Gibran hanyalah produk dari sistem dinasti politik yang menikmati jalan pintas menuju kekuasaan.
"Gibran bukanlah sosok anak muda yang tangguh, karena ia adalah produk politik dinasti yang punya privilege di politik," ungkap Atan menyoroti keistimewaan yang dimiliki Gibran dibandingkan generasi muda pada umumnya.
Atan membandingkan keistimewaan politik Gibran dengan realitas pahit yang dihadapi oleh anak-anak muda di daerah lain, khususnya di Kalimantan. Ia menyoroti penderitaan warga akibat masalah lingkungan yang membuat mereka kesulitan mendapatkan udara bersih.
Lebih lanjut, Atan mengecam keras para elite politik yang sudah sibuk membicarakan kontestasi Pilpres 2029 di saat masyarakat kelas bawah masih berjuang untuk bertahan hidup sehari-hari.
"Enggak ada apa-apanya Gibran dengan anak-anak muda di Kalimantan yang hari ini susah bernapas. Ketika dia ngomong 2029, itu adalah pejabat paling busuk, padahal hari ini banyak anak muda yang menderita, mereka terlalu memusingkan perut mereka di 2029," tegas Atan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: