Kredit Foto: Antara/Antara
Jurnalis Dandhy Laksono menyoroti hasil survei Center of Economic and Law Studies (CELIOS) yang menunjukkan 67 persen responden mengaku mengalami stres terhadap perilaku Presiden Prabowo Subianto.
Melalui unggahannya di media sosial, Dandhy menyindir bahwa seorang pemimpin semestinya menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat, bukan justru menjadi sumber stres.
"Pemimpin sumber inspirasi X. Pemimpin sumber stres," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Selasa (13/10).
Pernyataan tersebut mendapat respons dari seorang warganet dengan akun @firva*** yang mengaku merasakan beban hidup semakin berat dalam beberapa waktu terakhir.
"Iya mas, rasanya kehadiran mereka bukan meringankan beban rakyat justru sebaliknya harga bahan pokok merangkak naik, pengangguran meroket, pungutan aneka rupa bermunculan, saya sudah pada tahap berhemat dgenan puasa daud agar bisa bayar anak sekolah, bayar pkb motor dan pbb rumah," tegasnya.
Sebagai informasi, berdasarkan hasil riset terbaru yang dirilis CELIOS bersama Tim Kabinet Bayangan pada Minggu (11/10/2026), sebanyak 75 persen responden mengaku merasa stres menghadapi kebijakan pemerintah. Sementara itu, 67 persen responden secara spesifik mengaku mengalami stres terhadap perilaku atau gaya kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Laporan evaluasi bertajuk "Rapor Kinerja 2 Tahun Prabowo-Gibran" tersebut menghimpun persepsi dari 1.142 responden masyarakat umum dan 129 responden ahli yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia.
Baca Juga: Syahganda dan Rocky Gerung Diminta Berterima Kasih ke Gibran
“Ini ditanyakan kepada masyarakat umum, 1.142 responden. Jawabannya, 75 persen merasa stres dengan kebijakan pemerintah dan secara spesifik 67 persen stres dengan perilaku dari Prabowo Subianto,” Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, saat memaparkan temuan kuesioner tersebut secara daring.
Riset itu juga menyebut tingkat kecemasan responden berkaitan dengan berbagai persoalan yang dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari kenaikan harga bahan pokok, sulitnya memperoleh pekerjaan, hingga persoalan penegakan hukum dan perpajakan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: