Malaysia Geram soal Kabut Asap, Desak Indonesia Bertanggung Jawab dan Minta Maaf
Kredit Foto: NASA Earth
Partai Pakatan Harapan (PH) Malaysia mendesak pemerintah Indonesia segera menangani kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan kabut asap lintas batas. Indonesia juga diminta bertanggung jawab atas dampak pencemaran udara serta menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara ASEAN yang terdampak.
Ketua PH Johor, Andrew Chen Kah Eng, menilai kabut asap yang mengandung partikel halus PM2.5 mengancam kesehatan masyarakat Malaysia. Ia menegaskan, pencemaran udara lintas negara tidak dapat dianggap sebagai persoalan sepele.
Chen juga mengkritik pernyataan pejabat Indonesia yang meminta Malaysia dan Singapura menerima kebakaran hutan sebagai fenomena alam. Pernyataan tersebut sebelumnya disampaikan Syahganda Nainggolan, yang dalam pemberitaan disebut sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Indonesia.
Syahganda juga menyebut hutan Indonesia menghasilkan oksigen bagi Malaysia dan Singapura ketika tidak terjadi kabut asap.
Chen menilai pernyataan tersebut tidak bertanggung jawab karena berpotensi meremehkan dampak kebakaran hutan dan lahan gambut. Menurutnya, persoalan tersebut membutuhkan penanganan serius mengingat dampaknya terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat lintas negara.
Baca Juga: Karhutla RI Jadi Bahan Gunjingan Internasional, Menko Dudung Klaim Pemerintah Sudah Kerja Maksimal
Di tengah polemik tersebut, sejumlah wilayah Malaysia dilaporkan mengalami kabut asap yang mengganggu kualitas udara. Beberapa negara bagian bahkan mengambil langkah penutupan sekolah untuk melindungi masyarakat dari paparan polusi.
Persoalan ini kembali menyoroti pentingnya kerja sama Indonesia dan negara-negara ASEAN dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan, memperkuat pengendalian titik api, serta mengatasi dampak kabut asap lintas batas.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Taufan Bara Mukti
Editor: Taufan Bara Mukti
Tag Terkait: