Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        107 Koperasi Desa Merah Putih Gunakan Layanan PPOB PLN, Peluang Usaha Terbuka

        107 Koperasi Desa Merah Putih Gunakan Layanan PPOB PLN, Peluang Usaha Terbuka Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
        Warta Ekonomi, Bandung -

        Sebanyak 107 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Indonesia telah bergabung dalam pengembangan layanan Payment Point Online Bank (PPOB) PT PLN (Persero) hingga Oktober 2026.

        Kolaborasi ini membuka peluang bagi koperasi untuk memperluas kegiatan usaha melalui transaksi pembayaran tagihan dan pembelian token listrik.

        Berdasarkan data PLN, pengembangan layanan tersebut telah mencatat lebih dari 2.000 transaksi kelistrikan. Capaian ini menjadi bagian dari upaya memperluas jaringan layanan pembayaran listrik berbasis koperasi sekaligus mendekatkan akses transaksi kepada masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

        Melalui layanan PPOB, KDKMP dapat menjadi kanal pembayaran tagihan dan pembelian token listrik bagi masyarakat. Skema tersebut memungkinkan koperasi menambah jenis layanan yang dibutuhkan warga dalam aktivitas sehari-hari, sekaligus membuka peluang pengembangan sumber pendapatan dari kegiatan usaha.

        Direktur Retail dan Niaga PLN, M. Fahrur Rozy, mengatakan pengembangan layanan PPOB dilakukan melalui koordinasi dengan koperasi dan unit PLN di berbagai wilayah.

        "Kami menyambut baik penguatan peran Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih sebagai pusat layanan masyarakat. Hingga Oktober 2026, sebanyak 107 KDKMP di Indonesia telah menjadi bagian dari pengembangan layanan PPOB PLN dengan lebih dari dua ribu transaksi kelistrikan," ujar Rozy, Rabu (14/10/2026)

        Menurut dia, kolaborasi tersebut merupakan langkah untuk menghadirkan layanan pembayaran listrik dan pembelian token yang lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus memberikan nilai tambah bagi aktivitas ekonomi koperasi desa dan kelurahan.

        Perluasan layanan PPOB berpotensi memperkuat fungsi koperasi sebagai penyedia layanan berbasis kebutuhan rutin masyarakat. Selain memperluas pilihan layanan, keberadaan PPOB dapat mendorong aktivitas transaksi di koperasi dan membuka peluang bagi pengembangan usaha lainnya.

        Meski demikian, besarnya kontribusi terhadap pendapatan koperasi akan bergantung pada volume transaksi, jumlah pelanggan, serta skema imbal jasa yang diterima koperasi. PLN belum merinci nilai transaksi maupun pendapatan yang dihasilkan dari layanan PPOB tersebut.

        Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan dukungan perusahaan terhadap program KDKMP dilakukan melalui penyediaan pasokan listrik yang andal serta kolaborasi layanan kelistrikan yang berpotensi memberikan nilai tambah bagi koperasi.

        "PLN all out mendukung program KDKMP. Kami tidak hanya mendukung kebutuhan listrik untuk operasional koperasi, tetapi juga membuka peluang usaha melalui layanan pembayaran tagihan dan pembelian token listrik. Dengan demikian, koperasi dapat mengembangkan sumber pendapatan, sementara masyarakat memperoleh akses layanan yang lebih mudah dan dekat," kata Darmawan.

        Baca Juga: PLN Telusuri Pemicu Listrik Padam di Batam-Bintan, Hewan Liar Jadi Dugaan Awal

        Kolaborasi ini juga sejalan dengan upaya pemerintah mendorong desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi. Koperasi diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai wadah usaha bersama, tetapi juga menyediakan layanan yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat setempat.

        Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa pengembangan KDKMP diarahkan untuk memperluas aktivitas ekonomi di tingkat desa agar manfaat pertumbuhan usaha dapat dirasakan masyarakat secara langsung.

        Ia menilai kolaborasi dengan berbagai pihak diperlukan untuk memperkuat fungsi koperasi sebagai pusat layanan masyarakat, termasuk melalui layanan pembayaran listrik.

        "Melalui koperasi desa, Pak Prabowo mengatakan agar desa tumbuh, agar desa itu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, tidak hanya kota," pungkasnya

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Saepulloh
        Editor: Fajar Sulaiman

        Bagikan Artikel: