- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Investor Pasar Modal Tembus 14,3 Juta, BEI Perkuat Edukasi agar Tak Terjebak Investasi Bodong
Kredit Foto: Merlina Aryanti
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkuat edukasi dan perlindungan investor melalui partisipasi dalam kampanye global World Investor Week 2026. Kampanye tahunan yang digagas oleh International Organization of Securities Commissions (IOSCO) dan World Federation of Exchanges (WFE) ini diikuti lebih dari 62 bursa efek di seluruh dunia.
Langkah ini dilakukan seiring pesatnya pertumbuhan investor di pasar modal Indonesia. Data BEI mencatat jumlah investor pasar modal telah melampaui 14,3 juta orang, dengan generasi muda sebagai kelompok dominan yang banyak memanfaatkan platform digital untuk berinvestasi.
Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum BEI, Umi Kulsum mengatakan pertumbuhan investor digital harus diimbangi dengan edukasi yang memadai dan perlindungan yang mampu menjawab berbagai risiko di era digital.
Menurutnya, kampanye World Investor Week 2026 mengangkat pentingnya membangun investor yang tangguh, menjaga keamanan fisik dan digital, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap praktik investasi ilegal.
“Sebagai anggota World Federation of Exchanges, Bursa Efek Indonesia mendukung penuh upaya penguatan literasi ini. Tahun ini kampanye global mengusung pesan peningkatan ketahanan investor, perlindungan fisik dan digital, serta kewaspadaan terhadap modus investasi ilegal,” ujar Umi dalam kegiatan Ring the Bell for Financial Literacy 2026 di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Umi menegaskan, kemudahan membuka rekening efek secara daring tidak boleh membuat masyarakat mengabaikan risiko investasi. Investor tetap perlu memahami instrumen yang dibeli dan mempertimbangkan potensi keuntungan maupun kerugian sebelum mengambil keputusan.
Baca Juga: Terbang 94,5% dalam 3 Hari, BEI Gembok Saham Ini
Baca Juga: Ini Daftar 81 Emiten yang Masuk Pengawasan HSC BEI, Saham Tokoh Wantimpres Ikut Tersorot
Baca Juga: Investor Muda Mendominasi Pasar Modal, OJK Ingatkan Jangan Asal Ikut Tren!
Untuk itu, BEI memperkuat edukasi melalui tiga fokus utama:
- Stay Smart: Pahami sebelum berinvestasi. Investor, terutama pemula, didorong untuk tidak sekadar memahami cara bertransaksi melalui aplikasi, tetapi juga mempelajari kondisi keuangan perusahaan, prospek bisnis, dan risiko saham yang dibeli.
- Stay Alert: Waspadai penipuan digital. Investor diimbau untuk memeriksa kebenaran informasi dan memastikan legalitas pihak yang menawarkan investasi sebelum mengambil keputusan. Langkah ini penting untuk menghindari penipuan dan tawaran investasi ilegal.
- Stay Resilient: Kelola risiko dengan bijak. Investor perlu menyusun strategi investasi sesuai kemampuan dan profil risikonya, termasuk melakukan diversifikasi agar tidak bergantung pada satu instrumen investasi saja.
“Kami ingin memastikan bahwa makin luasnya akses masyarakat ke pasar modal juga seiring dengan peningkatan kemampuan untuk mengambil keputusan investasi secara logis dan sesuai dengan profil risiko masing-masing,” kata Umi.
Untuk memperluas jangkauan edukasi, BEI bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan berbagai pemangku kepentingan industri. Program literasi keuangan dijalankan secara berkelanjutan melalui jaringan Galeri Investasi di berbagai daerah serta kanal digital, sehingga masyarakat dapat mengakses informasi investasi yang lebih mudah dipahami dan tepercaya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan