Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Ditutup Menguat, Sempat Tembus 6.009 Sebelum Berakhir di 5.943

        IHSG Ditutup Menguat, Sempat Tembus 6.009 Sebelum Berakhir di 5.943 Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Rabu (14/10/2026) di zona hijau. IHSG naik 17,04 poin atau 0,29% ke level 5.943,04, dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

        Sepanjang perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.009,95. Meski sempat melemah ke zona merah, indeks kembali menguat dan ditutup positif.

        Namun, pergerakan saham di pasar cenderung beragam. Sebanyak 280 saham menguat, sementara 321 saham melemah dan 194 saham lainnya stagnan.

        Aktivitas perdagangan terbilang ramai dengan volume mencapai 31,24 miliar saham. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp11,05 triliun dengan frekuensi perdagangan sekitar 1,49 juta kali.

        IHSG Dipengarhi Laporan Keuangan Kuartalan

        Berdasarkan riset hariannya, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak mendatar atau sideways pada perdagangan Rabu (14/10/2026), di kisaran 5.800-6.000. 

        Phintraco Sekuritas menilai pergerakan indeks masih akan terbatas selama belum mampu menembus level 6.000.

        Dari pasar global, indeks saham Wall Street ditutup melemah terbatas pada Selasa (13/10/2026). Investor mencermati musim laporan keuangan kuartalan (earning season) bank-bank besar Amerika Serikat (AS), sementara saham produsen memori mengalami tekanan.

        "Di tengah dinamika tersebut, rata-rata laba emiten dalam indeks S&P 500 diperkirakan tumbuh hampir 30% secara tahunan (year-on-year/YoY)," tulis riset Phintraco Sekuritas.

        Pelaku pasar, bilang dia, juga menantikan sejumlah data ekonomi penting. Inflasi indeks harga konsumen (CPI) AS pada September 2026 diperkirakan meningkat menjadi 0,6% secara bulanan (month-on-month/MoM) dan 3,7% secara tahunan. Data tersebut dijadwalkan dirilis pada Rabu (14/10/2026).

        Dari Asia, inflasi China pada September 2026 diperkirakan mencapai 1% YoY. Sementara itu, ekspor China diproyeksikan tumbuh 25,5% YoY dan impor meningkat 24,5%. 

        "Data ekonomi China tersebut juga menjadi perhatian investor pada perdagangan hari ini," jelas Phintraco Sekuritas.

        Baca Juga: IHSG Dibuka di Zona Hijau, Naik 0,25% ke Level 5.940,68

        Baca Juga: Investor Pasar Modal Tembus 14,3 Juta, BEI Perkuat Edukasi agar Tak Terjebak Investasi Bodong

        Baca Juga: Terbang 94,5% dalam 3 Hari, BEI Gembok Saham Ini

        Di pasar komoditas, harga minyak mentah Brent ditutup melemah terbatas pada Selasa (13/10/2026) di level US$105 per barel. Adapun harga emas spot turun 0,4% menjadi US$4.154 per troy ounce.

        Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun (US Treasury 10-year yield) turun lebih dari 2 basis poin ke level 5,215%.

        Dengan mencermati berbagai sentimen tersebut, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang 5.800–6.000. 

        "Level 6.000 menjadi batas penting yang perlu ditembus indeks untuk membuka peluang pergerakan lebih lanjut," ungkap Phintraco Sekuritas.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: