Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Soal LPDP, Pramono Siapkan Beasiswa Luar Negeri untuk 75 Mahasiswa Jakarta

        Soal LPDP, Pramono Siapkan Beasiswa Luar Negeri untuk 75 Mahasiswa Jakarta Kredit Foto: Syarief Muhammad Syafiq
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan program beasiswa pendidikan ke luar negeri bagi 75 mahasiswa asal Jakarta pada 2027. Program yang mengadopsi konsep Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi di wilayah Ibu Kota.

        Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan program beasiswa luar negeri ini ditargetkan mulai berjalan tahun depan, dengan mencakup program magister (S2) serta doktor (S3).

        "Mudah-mudahan akan berjalan untuk tahun depan dan dalam waktu dekat saya akan segera, karena ini LPDP-nya menggunakan bekerja sama dengan LPDP Pusat," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2026).

        Pramono menjelaskan, meskipun dana untuk program beasiswa tersebut bersumber dari APBD DKI Jakarta dan telah dialokasikan, pengaturannya tetap harus bersinergi dengan pemerintah pusat.

        "Apapun LPDP ini kan pengaturannya melalui pemerintah pusat, walaupun dana yang dipersiapkan adalah dana dari DKI Jakarta dan sudah masuk di APBD," katanya.

        Baca Juga: Viral Aksi Ngamen di JakLingko, Pramono: Sudah Dilarang!

        Menurut Pramono, pendidikan menjadi salah satu prioritas utama Pemprov DKI Jakarta, bersama layanan kesehatan dan perlindungan sosial. Ketiga bidang tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

        "Begitu saya dilantik menjadi gubernur, saya menyampaikan hal yang tidak boleh berubah, hal yang harus dipertahankan, hal yang harus diperbaiki adalah menyangkut satu: pendidikan, dua: kesehatan, tiga: bantuan sosial," ujarnya.

        Dukungan terhadap pendidikan, kata Pramono, perlu terus diperluas agar kesempatan belajar tidak hanya ditentukan oleh kemampuan ekonomi keluarga. Hal tersebut menjadi dasar penguatan berbagai program bantuan pendidikan yang telah berjalan maupun yang sedang dipersiapkan.

        Saat ini, Pemprov DKI Jakarta menjalankan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus yang menjangkau sekitar 700 ribu peserta didik. Sementara itu, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) memberikan bantuan pendidikan kepada sekitar 15.800 mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

        Melalui kebijakan tersebut, Pemprov DKI Jakarta berupaya menjaga keberlanjutan pelayanan dasar sekaligus meningkatkan kesempatan masyarakat untuk memperbaiki kualitas hidup menuju Jakarta sebagai kota global.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Syarief Muhammad Syafiq
        Editor: Istihanah

        Bagikan Artikel: