Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Amien Rais ke Prabowo: 3 Tahun Masa Bakti Anda akan Lebih Produktif Kalau Gibran Didrop Saja

        Amien Rais ke Prabowo: 3 Tahun Masa Bakti Anda akan Lebih Produktif Kalau Gibran Didrop Saja Kredit Foto: Instagram/Amien Rais
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais melontarkan peringatan keras kepada Presiden Prabowo Subianto terkait polemik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia menilai persoalan tersebut tidak bisa dianggap sepele karena berpotensi memicu gejolak sosial apabila terus berlarut-larut tanpa penyelesaian.

        Amien bahkan mengingatkan kemungkinan munculnya gerakan people power jika kemarahan masyarakat semakin memuncak akibat Gibran tidak mengundurkan diri dari jabatannya. Menurutnya, Prabowo akan menjadi pihak yang paling bertanggung jawab apabila situasi tersebut berkembang menjadi gejolak sosial.

        Oleh karena itu, Amien secara khusus meminta Prabowo mengambil langkah untuk menyikapi persoalan tersebut. Ia juga mendorong Presiden agar meyakinkan mantan Presiden Joko Widodo mengenai perlunya Gibran mundur dari posisi orang nomor dua di Indonesia.

        Baca Juga: Mahfud MD Ungkap 2 Opsi untuk Gibran di Polemik Ijazah: Dimakzulkan atau...

        "Jadi masukan saya untuk Presiden Prabowo, Anda yang paling bertanggung jawab kalau sampai terjadi semacam people power. Yakinkan Jokowi, Mas Prabowo bahwa Gibran sudah waktunya mundur," kata Amien Rais dalam tayangan YouTube pribadinya, dikutip Kamis (15/10/2026).

        Tak hanya menyoroti potensi gejolak politik, Amien juga menilai pemerintahan Prabowo berpeluang berjalan lebih produktif apabila Gibran tidak lagi menduduki jabatan wakil presiden. Ia mengaitkan pandangan tersebut dengan polemik persyaratan pendidikan Gibran yang terus menjadi perdebatan publik.

        "Untuk Pak Prabowo, tiga tahun masa bakti Anda akan lebih produktif kalau Gibran di-drop saja, selesai," ungkap Amien.

        Untuk memperkuat argumennya, Amien mengangkat kembali sejarah pengunduran diri Mohammad Hatta dari jabatan wakil presiden pada 1 Desember 1956. Menurutnya, keputusan Hatta ketika itu berkaitan dengan perbedaan pandangan politik dengan Presiden Soekarno.

        Baca Juga: Jadi Menteri Terburuk, Ada Isu Bahlil Dicopot, Ini Katanya Usai Temui Prabowo

        Indonesia kemudian menjalani periode tanpa wakil presiden selama sekitar 11 tahun hingga berakhirnya masa jabatan Soekarno. Amien menggunakan peristiwa tersebut sebagai contoh bahwa pemerintahan tetap dapat berjalan meskipun presiden tidak didampingi seorang wakil presiden.

        "Indonesia tetap kuat, tetap tegak berdiri, tidak doyong, apalagi roboh, ya tidak. Bung Karno ternyata mampu memimpin bangsa Indonesia. Setelah itu, rakyat Indonesia menyaksikan peralihan dari demokrasi terpimpin menjadi demokrasi Pancasila," jelas dia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: