Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Resmikan Pabrik Popok Kapasitas 1,7 Miliar Unit per Tahun, MMIX Targetkan Pendapatan Rp473 Miliar pada 2027

        Resmikan Pabrik Popok Kapasitas 1,7 Miliar Unit per Tahun, MMIX Targetkan Pendapatan Rp473 Miliar pada 2027 Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) memperkuat bisnis produk higienitas dengan meresmikan pabrik PT Multi Nice Paper Indonesia (MNPI) di Legok, Kabupaten Tangerang, Banten. Fasilitas tersebut dilengkapi lini produksi berkecepatan hingga 800 popok per menit dan teknologi inti penyerap lima lapis berbasis Super Absorbent Polymer (SAP).

        Peresmian pabrik dihadiri Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Andi Yuslim Patawari, Founder TRIV Group dan Rata Kanan Capital Gabriel Rey, serta jajaran manajemen dan mitra bisnis.

        Ekspansi manufaktur ini menjadi bagian dari strategi MMIX untuk meningkatkan kapasitas produksi, mengembangkan kemitraan usaha, dan mendorong pertumbuhan bisnis.

        Dukungan terhadap pengembangan perusahaan juga ditunjukkan Founder TRIV Group Gabriel Rey dengan menambah kepemilikan saham MMIX sebanyak 530.000 lot. TRIV Group menyatakan telah menginvestasikan dana sekitar Rp80 miliar untuk mendukung pengembangan bisnis MMIX, termasuk ekspansi di industri produk higienitas.

        Gabriel mengungkapkan, keputusan investasinya didasarkan pada kombinasi fundamental bisnis, potensi pertumbuhan pasar, dan komitmen manajemen dalam mengembangkan perusahaan. Menurutnya, kualitas orang-orang yang menjalankan bisnis menjadi pertimbangan penting sebelum menilai prospek perusahaan.

        “Ketika kita berinvestasi di sebuah perusahaan, yang pertama kita perhatikan adalah orangnya dan manajemennya. Setelah itu, baru kita melihat bagaimana perusahaannya,” ujar Gabriel.

        Ia menilai manajemen MMIX memiliki visi dan komitmen untuk memperbesar bisnis. Keyakinan tersebut menjadi salah satu pertimbangan TRIV Group untuk menambah kepemilikan saham sekaligus mendukung agenda ekspansi perusahaan.

        Gabriel menegaskan, investasi TRIV Group di MMIX ditujukan untuk jangka panjang. Selama fundamental bisnis tetap terjaga dan perusahaan mampu menjalankan strategi pertumbuhannya, ia memilih mempertahankan investasi tersebut.

        “Selama fundamental bisnisnya tidak berubah, seharusnya saya tidak take profit. Saya akan menjadikannya sebagai investasi jangka panjang. Yang penting, bisnisnya bertumbuh dan strategi pengembangan perusahaan berjalan,” katanya.

        Kolaborasi dengan Produsen asal China

        MNPI merupakan perusahaan patungan antara MMIX dan Fujian Nice Paper Hygiene Products Co., Ltd., produsen produk higienis asal China.

        Kolaborasi ini menggabungkan kemampuan MMIX dalam pengembangan pasar dan distribusi dengan keahlian manufaktur serta teknologi Nice Paper.

        Pabrik tersebut menggunakan teknologi inti penyerap lima lapis berbasis SAP. Teknologi ini dirancang untuk mendukung daya serap dan retensi cairan, sekaligus memungkinkan pengembangan popok dengan ketebalan yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

        Kehadiran MNPI akan mendukung pengembangan merek popok bayi MIUBaby. Fasilitas ini juga membuka peluang kerja sama melalui skema original equipment manufacturer (OEM), original design manufacturer (ODM), dan private label.

        Dalam rencana pengembangannya, MNPI memiliki potensi kapasitas produksi hingga sekitar 1,718 miliar popok per tahun. Pemanfaatan kapasitas tersebut akan dilakukan secara bertahap sesuai permintaan pasar dan pesanan mitra.

        Baca Juga: Laba Bulog Melejit ke Rp2,4 Triliun per September 2026, Siap Ekspansi dan Bangun Pabrik

        Penguatan manufaktur menjadi bagian dari strategi MMIX untuk meningkatkan skala bisnis dan profitabilitas. Perseroan menargetkan pendapatan sekitar Rp473 miliar pada 2027, naik 21,91 persen dibandingkan target Rp388 miliar pada 2026.

        MMIX juga menargetkan EBITDA sebesar Rp116 miliar pada 2027, meningkat sekitar 31,82 persen dari target Rp88 miliar pada 2026.

        Perseroan turut menyajikan simulasi dampak keberadaan pabrik terhadap kinerja keuangan pada 2027. Dalam skenario dengan pabrik, laba kotor diproyeksikan mencapai US$12,25 juta, dibandingkan US$10,92 juta dalam skenario tanpa pabrik.

        Margin laba kotor diperkirakan meningkat dari 41,2 persen tanpa pabrik menjadi 46,3 persen dengan pabrik.

        Untuk laba bersih, skenario dengan pabrik menunjukkan proyeksi sebesar US$2,55 juta. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan proyeksi US$1,51 juta tanpa pabrik. Margin laba bersih juga diperkirakan naik dari 5,7 persen tanpa pabrik menjadi 9,6 persen dengan pabrik.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: