AFC Buka Peluang Piala Asia 2027 Ditunda, Bagaimana Nasib Timnas Indonesia?
Kredit Foto: Instagram/ @timnasindonesia
Rencana Timnas Indonesia tampil di Piala Asia 2027 berpotensi mengalami perubahan jika Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) memutuskan menggeser jadwal turnamen akibat situasi keamanan di kawasan Arab. Presiden AFC Salman bin Ibrahim Al Khalifa bahkan membuka kemungkinan kompetisi tersebut ditunda hingga 2028 apabila kondisi mengharuskan langkah itu diambil.
Meski demikian, peluang penundaan tersebut belum menjadi keputusan resmi. Salman menegaskan AFC masih memantau perkembangan situasi dan untuk sementara seluruh persiapan Piala Asia 2027 tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
"Jika kami harus mengambil keputusan, maka kami akan melakukannya. Kami bahkan bisa mengundurkan jadwalnya satu tahun ke depan, yakni ke tahun 2028, jika memang diperlukan," ujar Salman kepada wartawan di Zurich, tempat berlangsungnya pertemuan Dewan FIFA, seperti dilansir Reuters.
Pernyataan tersebut membuat jadwal turnamen yang akan diikuti 24 negara, termasuk Indonesia, menjadi perhatian. Jika perubahan benar-benar dilakukan, agenda kompetisi internasional yang melibatkan tim-tim peserta berpotensi ikut menyesuaikan kalender baru.
Piala Asia 2027 sendiri dijadwalkan mulai pada 7 Januari 2027. Arab Saudi akan menjadi tuan rumah dengan pertandingan yang direncanakan berlangsung di Riyadh, Jeddah, dan Khobar.
Sebanyak delapan stadion disiapkan untuk menggelar pertandingan turnamen sepak bola terbesar di Asia tersebut. Namun, rencana penyelenggaraan itu kini turut bergantung pada perkembangan situasi keamanan di kawasan tersebut.
Ketegangan di wilayah Arab menjadi latar pertimbangan AFC setelah muncul laporan serangan rudal kelompok Houthi di Riyadh, Arab Saudi, dalam beberapa hari terakhir. Kondisi itu mendorong kemungkinan evaluasi terhadap jadwal, meski belum ada keputusan untuk memindahkan atau menunda turnamen.
Salman mengatakan AFC tidak ingin terburu-buru menentukan langkah. Menurut dia, situasi di kawasan tersebut dapat berubah dengan cepat sehingga organisasi perlu menunggu perkembangan sebelum menetapkan keputusan.
"Namun, saat ini kami terus memantau situasi dan semuanya masih berjalan sesuai jadwal," kata Salman.
Baca Juga: John Herdman Punya Pesaing Baru? Malaysia Dikaitkan dengan Pelatih Timnas Jepang
Ia juga menyebut AFC masih memiliki waktu untuk mengamati kondisi sebelum menentukan apakah penundaan diperlukan.
"Kami bisa menunggu hingga akhir November. Situasi di kawasan ini bisa berubah dengan sangat cepat, bisa menjadi lebih baik atau lebih buruk. Jadi kita lihat saja perkembangannya," ujar Salman.
Bagi Timnas Indonesia, perubahan jadwal akan memengaruhi waktu pelaksanaan turnamen yang telah masuk dalam kalender kompetisi. Namun, sejauh ini belum ada kepastian bahwa Indonesia harus mengubah agenda persiapannya karena AFC masih mempertahankan jadwal yang berlaku.
Apabila turnamen benar-benar digeser ke 2028, AFC perlu menetapkan jadwal baru dan memberikan kepastian kepada seluruh peserta. Penyesuaian tersebut berpotensi berpengaruh terhadap perencanaan tim nasional, termasuk agenda pertandingan dan persiapan menuju kompetisi.
Untuk saat ini, Timnas Indonesia masih tercatat sebagai salah satu peserta Piala Asia 2027 yang dijadwalkan berlangsung di Arab Saudi. Nasib jadwal turnamen selanjutnya akan bergantung pada hasil pemantauan AFC terhadap perkembangan situasi keamanan dan keputusan resmi yang diambil organisasi tersebut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: