Asap Karhutla Menyiksa Warga, Menterinya Prabowo Pede Redam Api dalam Waktu...
Kredit Foto: Jababeka
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu asap di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, ditargetkan dapat diminimalisir secara signifikan dalam waktu 14 hari hingga satu bulan ke depan.
Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq optimistis target tersebut bisa tercapai jika seluruh pihak bersinergi penuh dalam upaya pemadaman.
“Saya berasumsi kalau kita penuh dengan energi, maka 14 hari atau 1 bulan dari sekarang mestinya tekanan uap, tekanan kebakaran hutan, asap, di Palangka Raya mampu kita minimalisir,” kaya Hanif dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla di Jakarta Barat, Kamis (15/10/2026).
Baca Juga: Sempat Tolak Bantuan, Kini Pemerintah Ketuk Hati Pengusaha untuk Bantu Karhutla
Untuk mempercepat penanganan, Hanif menyebut sejumlah langkah yang telah berjalan akan kembali digenjot. Upaya tersebut meliputi pembasahan lahan gambut, pembangunan sumur bor, hingga pemanfaatan larutan surfaktan.
Hanif juga mengidentifikasi dua titik rawan di Kalimantan Tengah yang membutuhkan intervensi mendesak. Titik pertama adalah area seluas 39 ribu hektar di Palangka Raya yang kerap mengalami kebakaran dengan intensitas hotspot tinggi.
Sementara itu, titik kedua berada di kawasan lindung gambut Kabupaten Pulang Pisau dengan luas mencapai 93 ribu hektare. Kedua lokasi tersebut akan menjadi sasaran penanganan bersama dalam waktu dekat.
Baca Juga: Skor Kepemimpinan Prabowo 5,1, Gibran Lebih Rendah, yang Tertinggi Ternyata...
"Dua lokasi ini akan menjadi target kerja bersama dalam waktu segera. Setelah tim ini akan melakukan verifikasi lapangan untuk menentukan langkah-langkah dalam rangka penanganan seperti yang kita lakukan di Kalimantan Selatan," ujar Hanif.
Kementerian Koordinator Bidang Pangan sendiri mendapat tugas mengawal penanganan karhutla di empat provinsi, yakni Kalimantan Selatan, Papua Selatan, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Selatan.
Di Kalimantan Selatan, upaya penanganan telah dimulai sejak Agustus melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan unit usaha. Hanif menyebut langkah tersebut telah membuahkan hasil dalam mengendalikan kebakaran di area yang berdekatan dengan pusat kota.
“Kita telah berhasil menjinakkan paling tidak mengendalikan hampir 3 ribu hektar di area pertama yang sangat dekat dengan pusat kota di Kalimantan Selatan,” ucap Hanif.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: