Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bangun 12 Kota Masa Depan, Danantara Siap Sebar Rumah Murah

        Bangun 12 Kota Masa Depan, Danantara Siap Sebar Rumah Murah Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) bersiap mengembangkan 12 kota masa depan di Indonesia dengan konsep kota pintar (smart city). Proyek ini akan memanfaatkan aset milik BUMN sebagai modal awal pembangunan.

        Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, mengatakan kota-kota tersebut dirancang bukan sekadar modern, tetapi juga terintegrasi dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Kawasannya akan dilengkapi berbagai fasilitas penting, mulai dari hunian, sekolah, hingga rumah sakit. Konektivitas transportasinya juga akan dikembangkan dengan konsep transit oriented development (TOD), yakni penataan kawasan yang terhubung dengan transportasi umum.

        "Sebanyak 12 smart city akan di berbagai kota. Skalanya enggak sebesar ribuan-ribuan hektare. Jadi ada sekolahnya, ada rumah sakitnya, itu yang penting ya," ujar Dony, dikutip dari pernyataan resminya, Jumat (16/10/2026).

        Dony menegaskan, kota-kota baru ini juga akan dirancang agar bisa dijangkau masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, terutama melalui penyediaan rumah dengan harga terjangkau.

        Menurutnya, pembangunan kota selama ini cenderung menyasar kelompok masyarakat berpenghasilan menengah ke atas. Karena itu, proyek ini diharapkan dapat membuka akses bagi masyarakat berpenghasilan lebih rendah untuk tinggal di kawasan yang memiliki fasilitas lengkap.

        "Kemudian kita juga menjadikan rumah murah buat kelas menengah ke bawah. Karena selama ini kota-kota yang dibangun itu semuanya untuk orang menengah ke atas semua kan. Enggak ada yang konsentrasi membangun kota untuk rakyat lah," ungkapnya.

        Salah satu proyek yang direncanakan berada di Padalarang, Kabupaten Bandung. Di kawasan ini, pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 200 ribu hingga 250 ribu unit hunian yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

        Hunian tersebut direncanakan menggunakan skema pembiayaan seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), yang ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh rumah dengan cicilan lebih terjangkau.

        "Jadi dijualnya lebih kayak FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) nanti untuk yang perumahannya, 200-250 ribu unit di Padalarang. Termasuk di dalamnya infrastruktur, TOD-nya akan kita pindahkan supaya kotanya jadi hidup," kata Dony.

        Baca Juga: BP BUMN dan Danantara Siapkan Rp581 Miliar untuk Benahi RSPP

        Baca Juga: Danantara Komitmen Sumbang Dana Filantropi Minimal Rp1,7 Triliun Setiap Tahun

        Selain Padalarang, aset BUMN di Batang dan Deli Serdang juga disiapkan untuk mendukung tahap awal pengembangan kota pintar. BP BUMN dan Danantara akan mengalihkan aset-aset tersebut melalui skema inbreng, yaitu penyetoran aset sebagai modal ke dalam perusahaan.

        Aset yang disiapkan antara lain lahan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) di Walini, Padalarang, kemudian lahan di Batang, serta tanah di Deli Serdang, Sumatera Utara.

        "Tahapan berikutnya, kita akan meng-inbreng-kan tiga aset. Alihkan aset milik PTPN di Walini, Padalarang. Kedua, yang di Batang. Ketiga itu adalah tanah kita di Medan, di Deli Serdang," ungkap Dony.

        Ia juga menegaskan bahwa proses pembentukan perusahaan dan pengalihan aset akan segera dimulai.

        "Saya mau hari ini tuh sudah bikin PT. Minggu depan sudah inbreng tanahnya, PT-nya sudah punya aset yang dari PTPN," tegasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: