Kredit Foto: Istimewa
Maja terus berkembang sebagai kawasan perkotaan baru dengan pertumbuhan penduduk, aktivitas ekonomi, dan fasilitas penunjang kehidupan sehari-hari. Salah satu pengembangan yang turut membentuk perkembangan kawasan ini adalah Citra Maja City, yang sebelumnya dikenal sebagai Citra Maja Raya.
Dikembangkan Ciputra Group sejak 2015, kawasan seluas sekitar 2.000 hektare ini kini menjadi tempat tinggal bagi lebih dari 4.500 kepala keluarga. Pada 2024, Citra Maja Raya memperkenalkan identitas baru sebagai Citra Maja City untuk merepresentasikan arah pengembangan menuju kota baru terpadu.
Pengembangan Maja merupakan bagian dari gagasan pemerintah untuk menghadirkan pusat pertumbuhan baru di luar kawasan perkotaan yang telah mapan. Maja ditetapkan sebagai salah satu Kota Baru Publik melalui Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang RPJMN 2015-2019. Arah pengembangannya kemudian berlanjut melalui Perpres Nomor 18 Tahun 2020 tentang RPJMN 2020-2024 dan diperkuat melalui Perpres Nomor 52 Tahun 2023.
Dalam pengembangan kota baru tersebut, infrastruktur, konektivitas, aktivitas ekonomi, dan fasilitas publik menjadi unsur penting untuk menunjang kehidupan masyarakat.
Sejak awal, Citra Maja Raya tidak hanya dirancang sebagai kawasan perumahan, tetapi juga sebagai lingkungan hunian terpadu yang menggabungkan fasilitas pendukung dan akses transportasi publik. Kedekatannya dengan Stasiun KRL Maja menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat yang membutuhkan akses menuju Tangerang dan Jakarta.
Respons pasar terhadap pengembangan kawasan ini terlihat dari capaian bisnisnya. Hingga Oktober 2018, Citra Maja Raya mencatat total pendapatan sebesar Rp3,2 triliun sejak mulai dikembangkan pada 2015. Sementara itu, penjualan pemasaran atau marketing sales pada Januari hingga Oktober 2018 mencapai sekitar Rp690 miliar.
Seiring perkembangan kawasan, lebih dari 20.000 unit rumah dan ruang usaha telah dan sedang dikembangkan. Pertumbuhan hunian tersebut berjalan beriringan dengan meningkatnya kebutuhan terhadap fasilitas pendidikan, kesehatan, rekreasi, dan layanan harian.
Di bidang pendidikan, Citra Maja City memiliki Sekolah Mutiara Bangsa untuk jenjang TK hingga SMA/SMK serta Muslim Cendekia Islamic School untuk jenjang TK dan SD. Layanan kesehatan tersedia melalui Klinik Eco Medika, Klinik Works, dan Klinik SPOG.
Untuk olahraga dan kegiatan keluarga, kawasan ini menyediakan EcoClub dan berbagai fasilitas olahraga. Sementara itu, Citra Maja City Water World dan Terra Garden menjadi pilihan rekreasi. Fasilitas gaya hidup juga hadir melalui EcoPlaza yang mencakup CGV, Fun World, Food Terrace, dan MOR.
Area komersial di kawasan ini turut menampung restoran, kafe, minimarket, layanan perbankan, toko, layanan kecantikan, klinik, tempat kursus, serta berbagai usaha lokal. Keberadaan pelaku usaha tersebut memperluas pilihan layanan bagi penghuni sekaligus membuka ruang bagi aktivitas ekonomi di dalam kawasan.
Fasilitas keagamaan juga menjadi bagian dari pengembangan Citra Maja City. Di antaranya Masjid Al-Ikhlas dan Masjid Ar-Rahman bagi umat Muslim serta Gereja Bersama bagi umat Kristen Protestan. Pengembangan fasilitas gereja bagi umat Katolik juga menjadi bagian dari rencana perkembangan kawasan.
Dari sisi mobilitas, Citra Maja City berjarak sekitar 500 meter dari Stasiun KRL Maja. Kedekatan ini mendukung pendekatan Transit Oriented Development (TOD), yang menempatkan akses transportasi publik sebagai salah satu unsur penting dalam pengembangan kawasan.
Melalui layanan KRL Commuter Line, masyarakat dapat terhubung dengan sejumlah kawasan di Tangerang hingga Jakarta. Di dalam kawasan, shuttle bus Citra Maja City juga dikembangkan untuk membantu menghubungkan lingkungan hunian, fasilitas kawasan, dan stasiun.
Department Head Marketing Communication Citra Maja City, Raymond Christantyo, mengatakan perkembangan kota tidak hanya bergantung pada pembangunan hunian, tetapi juga pada fasilitas, konektivitas, kegiatan ekonomi, dan komunitas yang saling mendukung.
Baca Juga: Terus Berkembang, Citra Maja City Kenalkan Cluster Canggu Mulai Rp241 Jutaan
“Perkembangan Citra Maja City menunjukkan bahwa sebuah kota tumbuh bukan hanya melalui pembangunan hunian, tetapi juga melalui hadirnya fasilitas, konektivitas, aktivitas ekonomi, dan komunitas yang saling mendukung. Kami melihat Maja memiliki potensi untuk terus berkembang sebagai kawasan tempat masyarakat membangun kehidupan dalam jangka panjang. Bagi kami, pertumbuhan jumlah warga dan semakin beragamnya aktivitas di kawasan menjadi bagian penting dari perjalanan Citra Maja City untuk tumbuh bersama masyarakat,” ujar Raymond.
Dengan luas pengembangan sekitar 2.000 hektare, akses ke Stasiun KRL Maja, serta pertumbuhan jumlah penghuni dan fasilitas, Citra Maja City terus menjadi bagian dari perkembangan Kota Baru Maja.
Perjalanan dari Citra Maja Raya menuju Citra Maja City mencerminkan perubahan arah pengembangan kawasan, dari penyediaan hunian menuju pembentukan lingkungan perkotaan yang lebih terintegrasi. Selain pembangunan fisik, perkembangan tersebut juga ditopang oleh fasilitas dan aktivitas yang mendukung kehidupan masyarakat dalam jangka panjang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: