Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Babak Belur, Danantara Siap Serok Saham BUMN yang Lagi Murah

        IHSG Babak Belur, Danantara Siap Serok Saham BUMN yang Lagi Murah Kredit Foto: Danantara
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) bersiap memborong saham perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) yang dinilai memiliki valuasi rendah, tetapi didukung fundamental bisnis yang kuat.

        Langkah ini mencuat di tengah tekanan hebat di pasar saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok ke level 5.196,28 pada Jumat (16/10/2026), merosot 667,50 poin atau 11,38%.

        Pelemahan pasar tersebut terjadi di tengah usulan Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

        Namun, di tengah gejolak tersebut, CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani justru melihat peluang investasi. Menurutnya, koreksi harga saham membuat sejumlah emiten pelat merah kini memiliki valuasi yang menarik untuk dipertimbangkan.

        "Justru kami melihatnya ini adalah suatu opportunity, karena tentunya kami sebagai Danantara selalu melihat investasi itu sebagai long term investment, bukan sebagai investor in and out," ujar Rosan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (16/10/2026).

        Di sisi lain, ia meyakini dan menganalisa bahwa fundamental dari perusahaan-perusahaan BUMN sangat baik. 

        "Contohnya kita lihat dari sektor perbankan kita sangat baik, solid, tapi valuasinya mungkin di bawah average dari median valuasi di peers di industri-nya. Belum lagi di sektor infrastruktur, di sektor telekomunikasi, dan yang lain-lain," beber dia.

        Menurut dia, terpuruknya IHSG justru menjadi peluang emas untuk melakukan investasi jangka panjang bagi Danantara di pasar modal Indonesia. Lantaran, ia meyakini bahwa valuasi dari perusahaan-perusahaan tersebut akan meningkat ke depannya. 

        "Kami sangat meyakini, yes di bursa kita tahu pasti ada ups and downs. Tapi kalau kami lihatnya ini bukan karena soal fundamental, tapi ini lebih soal technical market rumors, dan juga lebih ke soal non-fundamental," jelas Rosan.

        "Tapi kembali lagi seperti teman-teman di bursa meyakini, kita pegangannya adalah fundamental. Jadi oleh sebab itu kita harus tetap melihat ini sebuah opportunity, optimis, dan kami Danantara siap masuk," tutup dia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: