Kredit Foto: BPMI
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia akhirnya buka suara saat ditanya mengenai isu pergantian dirinya dari jabatan Menteri ESDM. Di tengah sorotan terhadap kinerjanya dalam survei Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bahlil menegaskan masih menjalankan tugas sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Bahlil tidak memberikan penjelasan panjang mengenai kabar pergantian tersebut. Ia memilih menegaskan bahwa hingga saat memberikan keterangan, dirinya masih mengemban tanggung jawab sebagai Menteri ESDM sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Investasi Strategis.
“Sampai dengan hari ini saya menjalankan apa yang diberikan oleh Bapak Presiden, baik sebagai Menteri ESDM maupun sebagai Menko Hilirisasi,” ujar Bahlil Lahadalia, dikutip dari kanal YouTube Tribunnews, Jumat (16/10/2026).
Pernyataan itu menjadi respons Bahlil terhadap pertanyaan mengenai isu pergantian Menteri ESDM. Meski demikian, ia tidak secara langsung menjelaskan lebih jauh mengenai kabar tersebut ataupun menyebut adanya keputusan resmi terkait perubahan jabatan.
Baca Juga: Stok Pertalite Kini Tak Sampai 20 Hari, Ini Kata Bahlil
Bahlil juga menyampaikan sejumlah agenda yang masih menjadi bagian dari pekerjaannya di pemerintahan. Salah satunya adalah perkembangan pembahasan rancangan undang-undang (RUU) Minyak dan Gas Bumi (Migas) yang menjadi salah satu urusan di sektor energi.
Selain itu, Bahlil menyebut dirinya mendapat tugas mewakili Presiden Prabowo dalam pembukaan Trade Expo Indonesia ke-41 di Tangerang. Agenda tersebut disampaikannya sebagai bagian dari tanggung jawab yang masih dijalankan.
Keterangan itu mempertegas posisi Bahlil bahwa dirinya masih melaksanakan tugas di dua jabatan tersebut. Namun, pernyataan tersebut tidak dengan sendirinya menjawab apakah isu pergantian Menteri ESDM benar-benar sedang dipertimbangkan oleh Presiden.
Isu pergantian Bahlil mencuat ketika kinerjanya juga menjadi sorotan dalam survei CELIOS. Lembaga tersebut menilai kinerja Bahlil buruk, sebagaimana disebutkan dalam bahan pemberitaan yang melatarbelakangi pertanyaan kepada sang menteri.
Meski demikian, informasi yang tersedia belum memuat rincian angka, metode, maupun indikator penilaian dalam survei tersebut. Karena itu, penilaian CELIOS perlu ditempatkan sebagai temuan survei lembaga tersebut, bukan sebagai kesimpulan yang mewakili seluruh pandangan publik.
Di sisi lain, belum ada keterangan dalam pernyataan Bahlil yang secara langsung menghubungkan hasil survei itu dengan isu pergantian jabatan. Ia juga tidak menguraikan apakah telah menerima arahan baru dari Prabowo mengenai posisinya di kabinet.
Untuk saat ini, pernyataan Bahlil berpusat pada penegasan bahwa dirinya masih menjalankan tugas sebagai Menteri ESDM dan Menko Bidang Hilirisasi dan Investasi Strategis. Sementara itu, isu pergantian jabatan tetap perlu dibedakan dari keputusan resmi pemerintah yang belum disebutkan dalam keterangan tersebut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama