Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        China Balas Santai Sindiran Jubir Trump soal Toilet: Silakan Datang Lagi

        China Balas Santai Sindiran Jubir Trump soal Toilet: Silakan Datang Lagi Kredit Foto: AFP
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah China menanggapi sindiran Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia soal fasilitas toilet di Negeri Tirai Bambu dengan respons santai. Beijing justru mempersilakan juru bicara Presiden Amerika Serikat Donald Trump itu untuk lebih sering berkunjung ke China.

        Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyampaikan tanggapan tersebut dalam konferensi pers di Beijing pada Jumat (16/10/2026). Ia merespons komentar Zacharia yang menyebut China tidak memiliki toilet yang layak.

        “Kami menyambut baik jika dia bisa lebih sering berkunjung ke China saat memiliki kesempatan,” kata Mao Ning sembari menahan senyum, seperti dilaporkan AFP.

        Pernyataan Mao itu menjadi respons atas komentar Zacharia dalam wawancara dengan influencer konservatif Amerika Serikat, Jack Posobiec, yang ditayangkan pada Kamis (15/10/2026) waktu setempat. Dalam wawancara tersebut, Zacharia menceritakan pengalamannya setelah pernah tinggal di China.

        Zacharia mengingat kembali situasi politik Amerika Serikat pada 2016, ketika sejumlah pihak memperkirakan China akan segera melampaui AS. Saat itu, ia mempertanyakan anggapan tersebut dengan menyinggung kondisi fasilitas toilet yang pernah ditemuinya di China.

        “Saya ingat betul saat itu, karena baru saja kembali dari China, saya berpikir, 'Bagaimana mungkin China menjadi negara berikutnya yang akan berjaya?' Mereka bahkan tidak memiliki toilet yang layak,” ucap Zacharia.

        Komentar itu kemudian menjadi perhatian publik, terlebih Zacharia baru menjabat sebagai Sekretaris Pers Gedung Putih kurang dari sepekan. Ia menggantikan Karoline Leavitt, yang mengundurkan diri pada Agustus lalu untuk mengurus anak-anaknya yang masih kecil.

        Sebelum pernyataan soal toilet mencuat, debut Zacharia dalam konferensi pers Gedung Putih pada Selasa (13/10/2026) juga menuai sorotan. Ia hanya menjawab pertanyaan dari tiga jurnalis dalam konferensi pers yang berlangsung singkat.

        Performanya turut memunculkan pertanyaan dari sejumlah pengamat media mengenai kemampuannya menjawab pertanyaan mendasar. Ia juga menjadi sorotan setelah sempat keliru menyebut suaminya sebagai presiden, sebagaimana dilaporkan sejumlah media.

        Di luar kontroversi tersebut, latar belakang profesional Zacharia ikut diperbincangkan. Ia menyebut dirinya sebagai pengacara dan mencantumkan posisi penasihat hukum di sebuah organisasi nirlaba konservatif di California, meski mengakui belum menyelesaikan ujian profesi advokat yang diperlukan untuk praktik hukum di Amerika Serikat.

        Zacharia menjelaskan bahwa dirinya pernah mendaftar untuk mengikuti ujian tersebut, tetapi rencana pindah ke China bersama suaminya membuatnya terdistraksi. Setelah kembali ke Amerika Serikat, ia mengatakan tidak mengulang ujian karena kelahiran anak pertamanya.

        Baca Juga: 'Kalau di China Sudah Jalur Express ke Surga' Kritik Pedas soal Komisaris Utama PLN Jadi Sorotan

        Respons Beijing atas komentar toilet itu muncul ketika hubungan China dan Amerika Serikat masih diwarnai persaingan dalam perdagangan, teknologi, Taiwan, dan isu hak asasi manusia. Di sisi lain, Trump berulang kali menggambarkan hubungannya dengan Presiden China Xi Jinping sebagai hubungan yang sangat baik.

        Dalam pertemuan tingkat tinggi di Washington pada September lalu, Trump dan Xi membahas berbagai isu, termasuk kecerdasan buatan, perdagangan, dan konflik Iran. Keduanya juga mengonfirmasi rencana untuk kembali bertemu pada tahun yang sama.

        Meski komentar Zacharia memancing respons dari Beijing, pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara dan tidak dengan sendirinya menunjukkan perubahan kebijakan resmi Amerika Serikat terhadap China. Tanggapan Mao Ning pun berfokus pada ajakan agar Zacharia kembali berkunjung, tanpa memperlihatkan adanya eskalasi diplomatik secara terbuka.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: