Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        TikTok GO Dongkrak Penjualan Voucher Amanda Brownies 80%, Suweger Catat Pertumbuhan 20%

        TikTok GO Dongkrak Penjualan Voucher Amanda Brownies 80%, Suweger Catat Pertumbuhan 20% Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        TikTok GO by Tokopedia mendorong pertumbuhan penjualan voucher online Amanda Brownies dan Suweger sepanjang 2026. Berdasarkan data internal masing-masing perusahaan, penjualan voucher Amanda Brownies meningkat lebih dari 80% pada Agustus–September 2026, sedangkan Suweger mencatat pertumbuhan hingga 20% selama Mei–September 2026.

        Kedua pelaku usaha makanan dan minuman (food and beverage/F&B) lokal tersebut memanfaatkan konten digital, kolaborasi kreator, dan fitur penanda lokasi untuk menghubungkan promosi di TikTok dengan pembelian serta kunjungan konsumen ke gerai.

        Amanda Brownies, yang berdiri di Bandung pada 1999, menggunakan strategi tersebut untuk menjangkau konsumen lintas generasi. Sementara itu, Suweger, merek minuman asal Surabaya yang didirikan pada 2019, memanfaatkan platform digital untuk memperkenalkan produk baru sekaligus mengukur respons pasar.

        Amanda Brownies telah mengembangkan jaringan hingga 150 gerai yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Perusahaan juga memiliki sembilan pabrik dan mempekerjakan lebih dari 2.000 karyawan di seluruh Indonesia.

        Manager Marketing Amanda Brownies Hilda Nathania mengatakan, perusahaan mulai aktif mengembangkan konten di TikTok sejak 2020, termasuk melalui kolaborasi dengan kreator makanan dan gaya hidup.

        Menurut data internal perusahaan, lebih dari 40.000 video organik yang dibuat pengguna telah menampilkan produk Amanda Brownies, dengan total tayangan melampaui 500 juta kali.

        Strategi digital tersebut kemudian diperluas melalui TikTok GO by Tokopedia. Sejak bergabung pada Juli 2026, Amanda Brownies memanfaatkan fitur penanda lokasi dan voucher yang dapat ditukarkan konsumen dengan produk pilihan saat mengunjungi gerai.

        Hilda mengatakan, konsumen yang tertarik dengan produk atau promosi dalam konten dapat datang ke gerai pada hari yang sama atau keesokan harinya. Selain menukarkan voucher, konsumen berpeluang mencoba varian produk lain yang tersedia.

        “Setelah bergabung dengan TikTok GO by Tokopedia, kami melihat konsumen yang tertarik pada penawaran dalam konten kami, termasuk promo group-buy, biasanya datang ke outlet pada hari yang sama atau paling lambat keesokan harinya. Kami tidak menyangka proses konversinya bisa seefisien dan secepat itu,” ujar Hilda.

        Peningkatan penjualan voucher tersebut terjadi setelah Amanda Brownies memperkuat strategi promosi digitalnya. Capaian itu menjadi salah satu indikator pemanfaatan platform digital untuk menghubungkan ketertarikan konsumen dengan transaksi di gerai.

        Berbeda dari Amanda Brownies yang memiliki perjalanan bisnis lebih dari dua dekade, Suweger menyasar konsumen muda sejak awal berdiri. Merek yang didirikan tiga mahasiswa tingkat akhir pada 2019 ini berkembang dari satu gerai di Sukolilo menjadi sekitar 14 gerai di Surabaya dan Sidoarjo.

        Operasional jaringan tersebut kini melibatkan sekitar 60 tenaga kerja, banyak di antaranya merupakan anak muda yang tinggal di sekitar gerai.

        Suweger mulai aktif membuat konten di TikTok sejak 2021 dengan pendekatan komedi dan hiburan. Pada 2026, perusahaan memperluas pemanfaatan TikTok GO by Tokopedia melalui program afiliasi, flash sale, kolaborasi kreator, dan siaran langsung atau LIVE.

        Chief Marketing Officer Suweger Muhammad Ghiyats Humam mengatakan, perusahaan tidak hanya mengevaluasi jumlah penonton konten, tetapi juga melihat apakah promosi tersebut mendorong konsumen mencoba produk.

        “Melalui TikTok GO by Tokopedia, kami tidak hanya melihat apakah konten kami ramai atau banyak ditonton. Kami juga ingin tahu apakah setelah melihat konten, orang menjadi tertarik dengan produknya dan akhirnya mencoba. Karena itu, kami terus belajar format seperti apa yang paling relevan untuk audiens Suweger,” ujar Ghiyats.

        Pendekatan tersebut juga digunakan untuk mengamati penerimaan pasar terhadap produk baru. Salah satunya adalah Thai Tea Jelly Boba, yang dikembangkan dari kategori minuman terlaris Suweger dan diluncurkan melalui TikTok GO by Tokopedia.

        Berdasarkan data internal perusahaan, dalam sekitar satu bulan setelah peluncuran, produk tersebut masuk lima besar produk terlaris dan sempat menempati posisi kedua.

        Suweger juga memperluas pilihan menu ke kategori camilan, termasuk dimsum dengan variasi rasa dan pelengkap yang disesuaikan dengan selera konsumen muda. Salah satu produk camilan yang masih dipantau perkembangannya telah terjual hampir 1.000 unit per pekan, menurut data perusahaan.

        Selain mencatat pertumbuhan penjualan voucher online hingga 20% selama Mei–September 2026, Ghiyats menyebut TikTok GO by Tokopedia berkontribusi terhadap lebih dari 50% kunjungan langsung konsumen ke gerai Suweger.

        Pengalaman Amanda Brownies dan Suweger menunjukkan dua pendekatan berbeda dalam memanfaatkan platform digital. Amanda Brownies menggunakan konten untuk memperluas jangkauan merek yang telah dikenal lintas generasi, sedangkan Suweger memanfaatkannya untuk mengembangkan produk dan memahami preferensi konsumen muda.

        Keduanya mengandalkan konten digital untuk memperkenalkan produk, sementara fitur lokasi dan voucher membantu mengarahkan konsumen ke gerai fisik.

        Bagi pelaku usaha F&B, pendekatan tersebut membuka peluang untuk menghubungkan pemasaran digital dengan aktivitas penjualan langsung. Respons konsumen terhadap konten dan produk juga dapat menjadi bahan evaluasi dalam menentukan strategi promosi maupun pengembangan menu berikutnya.

        Meski demikian, angka pertumbuhan yang disampaikan kedua perusahaan merupakan data internal masing-masing bisnis dan tidak secara langsung menggambarkan pertumbuhan seluruh pelaku usaha F&B yang menggunakan platform tersebut.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: