Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        4 Bulan Warga 'Megap-Megap' Hirup Asap, Saidiman Pertanyakan Ke Mana Suara Partai Politik

        4 Bulan Warga 'Megap-Megap' Hirup Asap, Saidiman Pertanyakan Ke Mana Suara Partai Politik Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Peneliti politik dan kebijakan publik, Saidiman Ahmad, merasa heran dengan sikap partai politik (parpol) yang hingga kini dinilainya belum vokal menyuarakan penderitaan rakyat akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatera.

        Selama empat bulan terakhir, Saidiman menyebut banyak masyarakat di wilayah tersebut kesulitan bernapas akibat paparan asap. Namun, para politikus yang seharusnya menyuarakan kepentingan rakyat justru dinilainya seolah tidak peduli dan lebih sibuk membahas persoalan lain yang dianggapnya tidak krusial.

        Ia juga menyoroti minimnya respons para elite politik meski negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura telah melayangkan protes keras terkait dampak asap lintas batas.

        "Yang aneh, di Indonesia belum muncul satu pun partai yang secara keras menyalak soal ini, padahal warga di Kalimantan dan sebagian Sumatera sudah megap-megap menghirup asap selama 4 bulan. Para politikus sibuk membahas hal-hal lain yang tidak penting. Mereka bermasa bodoh pada warganya yang mengalami sesak nafas massal. Mereka anteng aja pada protes keras negara lain," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Jumat (16/10).

        Baca Juga: Asap Karhutla Masuk Jakarta, BMKG: Baru Terpantau Hari Ini

        Sebagai informasi, paparan kabut asap yang telah berlangsung selama empat bulan ini memicu lonjakan kasus penyakit pernapasan dalam jumlah besar.

        Data Kementerian Kesehatan mencatat sedikitnya 283.270 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tujuh provinsi yang terdampak karhutla. Dari jumlah tersebut, sebanyak 63.711 kasus dialami oleh anak-anak di bawah usia lima tahun (balita).

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: