Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Rupiah Tembus Rp18.000, Airlangga Sebut Sentimen Investor Jadi Biang Kerok

        Rupiah Tembus Rp18.000, Airlangga Sebut Sentimen Investor Jadi Biang Kerok Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai tekanan terhadap rupiah hingga kembali menembus Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) dipengaruhi faktor sentimen pasar. Meski demikian, pemerintah meyakini fundamental ekonomi Indonesia masih kuat.

        “Sebetulnya kita punya fundamental ekonomi kuat. Tetapi yang dimainkan sekarang faktor sentimental,” ujar Airlangga di Kantor Kementerian Perekonomian, Jumat (16/10/2026).

        Ia berharap investor dapat memahami perbedaan antara sentimen pasar dan kondisi fundamental ekonomi Indonesia. Pemerintah juga meminta pelaku pasar mempertimbangkan penilaian dari berbagai lembaga, bukan hanya satu penyedia indeks.

        Airlangga menjelaskan, MSCI sebelumnya diperkirakan menyampaikan pengumuman pada November 2026. Namun, pengumuman tersebut muncul pada Oktober, dengan tenggat baru untuk implementasi perbaikan pada April dan Juni 2027.

        Menurut Airlangga, salah satu perhatian MSCI berkaitan dengan implementasi regulasi dan langkah pembenahan pasar modal yang dinilai membutuhkan waktu relatif panjang.

        Pemerintah, lanjutnya, akan membahas langkah konkret bersama Bursa Efek Indonesia (BEI), termasuk memastikan adanya jadwal pelaksanaan reformasi yang jelas.

        “Kita berharap langkahnya konkret beserta timeline-nya,” katanya dalam wawancara.

        Airlangga juga mempertanyakan mengapa lembaga pemeringkat atau penyedia indeks lain tidak mempersoalkan hal serupa seperti MSCI. Meski begitu, pemerintah tetap akan mencermati perkembangan pasar dan mendorong percepatan reformasi untuk menjaga kepercayaan investor domestik maupun asing.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aryo Hadi Wibowo
        Editor: Fajar Sulaiman

        Bagikan Artikel: