Kredit Foto: ChatGPT/Belinda Safitri
Kisruh ijazah yang menyeret Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali memancing komentar dari kubu pendukung.
Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka, menilai gelombang kritik dari para pembenci atau haters justru membuat nama Jokowi dan Gibran semakin besar di panggung politik.
Melalui akun X, Dedy menyebut perhatian para pengkritik terhadap persoalan ijazah Jokowi tidak membuat popularitasnya meredup.
"Nama @jokowi besar karena para "haters" masih bersemangat menggali-gali informasi yang sudah ditetapkan SAH oleh lembaga-lembaga demokrasi," tulisnya di akun X, dikutip Sabtu (17/10/2026).
Baca Juga: Politisi PDIP: Gibran Kayaknya Gak Mau Mundur, Jokowi Juga Ogah Mendorong
Dedy kemudian menilai Gibran mengalami hal serupa. Menurutnya, para pengkritik yang terus menyoroti dokumen pendidikan Wakil Presiden tersebut justru ikut membuat namanya semakin dikenal.
"Nama @gibran_tweet juga sama, ia dibesarkan oleh para "haters" yang kelihatannya sama bersemangatnya ketika mereka membesarkan nama Jokowi," ujarnya.
Tak berhenti di situ, Dedy turut menyindir politisi lain yang menurutnya tidak mampu menarik perhatian para pengkritik seperti Jokowi dan Gibran.
"Kasihan sama nama-nama politisi lain, mereka bahkan GAGAL menghasilkan haters sebagai corong atau kurus bicara bersemangat mereka," imbuh Dedy.
Sementara itu, Jokowi sendiri sebelumnya menduga polemik ijazah yang menyeret dirinya dan Gibran berkaitan dengan operasi politik untuk merusak reputasi keduanya. Ia menilai isu tersebut kembali ramai karena ada pihak yang menunggangi persoalan yang berkembang.
Baca Juga: Gibran Didesak Lengser, Relawan Singgung Ada Orang yang Incar Kursi Wapres
"Sudah saya sampaikan sejak awal, ini ada operasi politik, kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi. Jadi menjadi ramai sekali," kata Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Jumat (16/10/2026).
Jokowi juga menilai tuduhan mengenai keaslian ijazah yang diarahkan kepada dirinya dan Gibran berpotensi mengalihkan perhatian masyarakat dari persoalan lain. Ia tidak menutup kemungkinan polemik tersebut sengaja dimanfaatkan untuk menurunkan citra politik keduanya.
"Ya bisa saja seperti itu. Bisa saja sekali lagi operasi politik untuk down grade reputasi politik seseorang. Dua-duanya bisa (Jokowi dan Gibran)," ujarnya.
Meski begitu, Jokowi mengaku tidak terlalu terbebani oleh berbagai tuduhan yang diarahkan kepada dirinya maupun keluarganya. Ia menyatakan polemik tersebut tidak terlalu memengaruhi sikapnya.
"Buat saya ya biasa saja," imbuhnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: