Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Modal Ventura RI Masih Andalkan Pinjaman Dalam Negeri, Tembus Rp5,05 Triliun

        Modal Ventura RI Masih Andalkan Pinjaman Dalam Negeri, Tembus Rp5,05 Triliun Kredit Foto: Antara/Aprillio Akbar
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan bahwa regulator mencatat pinjaman dalam negeri masih menjadi sumber pendanaan terbesar perusahaan modal ventura di Indonesia dengan nilai Rp5,05 triliun atau 48,46% pada Agustus 2026. 

        Sedangkan, kata Agusman, pendanaan dari luar negeri mencapai Rp3,83 triliun atau 36,76% pada periode yang sama.

        “Pada Agustus 2026, sumber pendanaan modal ventura didominasi pinjaman dalam negeri sebesar Rp5,05 triliun (48,46%), diikuti pinjaman luar negeri sebesar Rp3,83 triliun (36,76%)," ujarnya dalam lembar jawaban tertulis, Minggu (18/10/2026).

        Ke depan, OJK memperkirakan pinjaman luar negeri berpotensi melanjutkan pertumbuhan positif. Kondisi likuiditas global dan iklim investasi modal ventura menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi prospek pendanaan tersebut.

        Baca Juga: NPF Modal Ventura Naik Jadi 2,02%, Kemampuan Bayar Alami Penurunan

        Baca Juga: Pembiayaan Digital Makin Besar, Pindar Siapkan Strategi Hadapi 2027

        "Ke depan, pinjaman luar negeri diperkirakan tumbuh positif, antara lain dipengaruhi oleh kondisi likuiditas global dan iklim investasi modal ventura," ucapnya.

        Untuk diketahui, dalam laporan PVML 2025, tercatat bahwa pinjaman dalam negeri masih mendominasi sebesar Rp 4,55 triliun atau dengan porsi 45,52%. Pada segmen pinjaman luar negeri tercatat sebesar Rp 3,52 triliun atau porsinya 35,21%.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: