Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IIHSG Anjlok 14,91%, Bursa RI Jadi yang Terburuk di ASEAN

        IIHSG Anjlok 14,91%, Bursa RI Jadi yang Terburuk di ASEAN Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 14,91% sepanjang perdagangan 12–16 Oktober 2026. Penurunan tersebut menjadi yang terdalam di antara sejumlah bursa negara ASEAN dalam laporan statistik mingguan BEI, ketika pasar saham Filipina dan Singapura justru mencatatkan penguatan.

        Berdasarkan IDX Weekly Statistics periode 12–16 Oktober 2026, IHSG ditutup pada level 5.185,10 pada Jumat (16/10/2026), anjlok 908,65 poin dibandingkan penutupan pekan sebelumnya di level 6.093,76.

        Kinerja tersebut berbanding terbalik dengan sejumlah bursa di kawasan Asia Tenggara. Indeks saham Filipina atau PSEi menguat 1,43% menjadi 5.782,70, sedangkan Straits Times Index (STI) Singapura naik 0,25% ke level 5.415,53.

        Di sisi lain, indeks saham Malaysia atau FTSE Bursa Malaysia KLCI terkoreksi tipis 0,04% menjadi 1.607,76. Indeks SET Thailand melemah 0,29% ke level 1.573,01, sementara VN-Index Vietnam turun 1,68% menjadi 1.705,91.

        Dengan penurunan 14,91%, IHSG mengalami koreksi jauh lebih dalam dibandingkan bursa-bursa ASEAN tersebut selama periode yang sama. ws_261016

        Kapitalisasi Pasar Susut Rp1.544 Triliun

        Tekanan di pasar saham domestik juga tercermin dari penyusutan kapitalisasi pasar BEI. Nilai kapitalisasi pasar turun 14,43% dari Rp10.701 triliun pada pekan sebelumnya menjadi Rp9.157 triliun pada 16 Oktober 2026.

        Artinya, kapitalisasi pasar menyusut sekitar Rp1.544 triliun hanya dalam satu pekan perdagangan.

        Aktivitas transaksi juga menunjukkan perubahan di tengah pelemahan indeks. Rata-rata volume perdagangan harian turun 5,22% menjadi 44,10 miliar saham. Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian relatif stabil di Rp16,22 triliun, turun tipis 0,07% dibandingkan pekan sebelumnya.

        Sebaliknya, frekuensi transaksi harian meningkat 2,46% menjadi 1,72 juta kali. Kondisi ini menunjukkan aktivitas transaksi tetap berlangsung meskipun pasar mengalami tekanan harga yang tajam. ws_261016

        Investor Asing Catat Net Sell Rp3,19 Triliun

        Tekanan pasar juga berlangsung bersamaan dengan aksi jual bersih investor asing. Sepanjang pekan perdagangan tersebut, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp3,19 triliun, meningkat dibandingkan pekan sebelumnya yang sebesar Rp2,45 triliun.

        Berdasarkan data transaksi investor asing, nilai pembelian tercatat sekitar Rp30,54 triliun, sedangkan nilai penjualan mencapai Rp33,74 triliun.

        Selisih transaksi tersebut memperlihatkan nilai penjualan investor asing lebih besar daripada pembeliannya selama periode laporan. Namun, data statistik mingguan ini tidak dengan sendirinya menjelaskan faktor yang menyebabkan investor asing meningkatkan aksi jualnya. ws_261016 ws_261016

        Saham Bank Besar Ikut Menekan IHSG

        Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi penekan utama pergerakan IHSG selama sepekan. Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun 14,46% dan memberikan kontribusi negatif sebesar 79,68 poin terhadap IHSG.

        Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) terkoreksi 14,84% dengan kontribusi negatif 67,74 poin. Sementara itu, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) melemah 16,09% dan menekan IHSG sebesar 51,81 poin.

        Secara gabungan, ketiga saham perbankan tersebut menyumbang pengurangan sekitar 199,23 poin terhadap indeks selama periode laporan.

        Selain saham perbankan, tekanan juga datang dari saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) yang turun 36,73%, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang melemah 18,10%, serta PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang terkoreksi 31,30%.

        Data tersebut memperlihatkan bahwa penurunan saham-saham berkapitalisasi besar ikut memperdalam koreksi IHSG pada pekan perdagangan 12–16 Oktober 2026. ws_261016

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: