Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Lebih dari 200 Anak Keracunan, Pemilik Sekolah TK Dihukum Penjara Seumur Hidup

        Lebih dari 200 Anak Keracunan, Pemilik Sekolah TK Dihukum Penjara Seumur Hidup Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Skandal keamanan pangan di Tiongkok berujung pada hukuman berat setelah ratusan anak mengalami keracunan timbal di sebuah taman kanak-kanak.

        Pemilik sekolah tersebut dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, sementara lima orang lainnya juga harus mempertanggungjawabkan peran mereka dalam kasus yang mengguncang dunia pendidikan anak usia dini itu.

        Melansir South China Morning Post, Pengadilan Menengah Rakyat Lanzhou di Provinsi Gansu menjatuhkan hukuman kepada enam orang pada Jumat atas tindakan membuat atau menjual bahan makanan berbahaya. Kasus ini menjadi salah satu skandal keamanan pangan terburuk di Tiongkok dalam hampir dua dekade.

        Baca Juga: Konser GNR di Jakarta Auto Spesial, 9 Dewa Gitar Bakal Ikut Panaskan Panggung

        Li Huifang, pemilik Taman Kanak-kanak Peixin di Tianshui, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dan denda sebesar 500.000 yuan atau US$75.000. Sementara itu, Zhu Jinglin yang menjabat sebagai kepala sekolah harus menjalani hukuman penjara selama 15 tahun dan membayar denda 300.000 yuan.

        Empat staf kantin, yakni Niu Aiyuan, Wen Yafang, He Xuxia, dan An Chunling, juga dijatuhi hukuman penjara antara enam hingga delapan tahun. Mereka turut dikenai denda atas keterlibatan dalam kasus tersebut.

        Kasus ini mencuat pada Juli tahun lalu setelah lebih dari 200 anak di Taman Kanak-kanak Peixin diketahui mengalami keracunan timbal. Penyelidikan polisi saat itu mengungkap dugaan tindakan staf kantin yang membeli cat dekoratif secara daring, kemudian mengencerkannya dan mencampurkannya ke dalam makanan anak-anak dengan persetujuan Zhu dan Li.

        Temuan tersebut diperkuat hasil uji laboratorium yang mengonfirmasi bahwa cat yang digunakan mengandung timbal. Produk itu bahkan telah diberi label secara jelas bahwa bahan tersebut tidak aman untuk dikonsumsi.

        Dampak pencampuran bahan berbahaya itu terlihat dari hasil pemeriksaan terhadap seluruh anak di sekolah tersebut. Dari total 251 anak, sebanyak 233 anak diketahui memiliki kadar timbal dalam darah yang tidak normal. Sementara itu, 18 anak lainnya mendapatkan hasil tes dalam kisaran normal.

        Tak hanya hasil pemeriksaan darah yang mengungkap besarnya dampak kasus tersebut. Sampel makanan dari taman kanak-kanak itu juga ditemukan mengandung kontaminan lebih dari 2.000 kali batas aman nasional. 

        Di tengah proses hukum tersebut, Komisi Urusan Politik dan Hukum Pusat, badan tertinggi Partai Komunis Tiongkok yang mengawasi keamanan dan intelijen nasional, turut mengeluarkan pernyataan awal pekan ini. Lembaga itu menegaskan bahwa tindakan ilegal yang membahayakan keamanan pangan harus dihukum berat. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: