Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Armand Hartono Ungkap 4 Hal yang Perlu Dibenahi BEI demi Perkuat Pasar Modal RI

        Armand Hartono Ungkap 4 Hal yang Perlu Dibenahi BEI demi Perkuat Pasar Modal RI Kredit Foto: BCA
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) mendukung langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat integritas, transparansi, serta daya saing pasar modal Indonesia.

        AEI menilai evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) perlu dijadikan momentum untuk mempercepat pembenahan pasar modal, mulai dari keterbukaan informasi hingga penguatan perlindungan investor. Tujuannya bukan sekadar memenuhi kriteria indeks global, melainkan membangun pasar saham yang kredibel dan dipercaya investor dalam jangka panjang.

        Ketua Umum AEI Armand Hartono mengatakan, pasar modal berkelas dunia tidak cukup hanya memiliki kapitalisasi pasar besar dan volume transaksi yang tinggi. Hal yang lebih penting adalah kepercayaan investor terhadap kualitas tata kelola dan integritas pasar.

        “Pasar modal kelas dunia tentu ada perusahaan-perusahaan dengan nilai kapitalisasi pasar besar, likuiditas trading dengan volume besar. Yang lebih utama, pasar modal kelas dunia adalah pasar modal yang terpercaya,” ujar Armand dalam keterangan resminya, Senin (19/10/2026).

        Baca Juga: BEI-OJK Akan Bertemu dengan MSCI, Ini Poin-poin yang Akan Disampaikan

        Menurutnya, kepercayaan investor harus ditopang oleh infrastruktur pasar yang andal, transparansi kepemilikan saham, porsi saham publik atau free float yang memadai, serta penegakan aturan yang konsisten.

        “Pasar yang kuat bukan hanya menarik investasi, tetapi juga mampu menjaga integritas dan melindungi kepentingan seluruh pelaku pasar,” lanjut Armand.

        Empat Hal yang Perlu Dibenahi di Pasar Modal Indonesia

        Armand Hartono memandang penguatan pasar modal perlu dilakukan secara menyeluruh melalui empat aspek utama.

        Pertama, meningkatkan transparansi dan keterbukaan informasi. Informasi mengenai perusahaan tercatat perlu disampaikan secara berkualitas, mudah diakses, dan memadai agar investor domestik maupun asing dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang jelas.

        Kedua, membenahi keterbukaan kepemilikan saham dan memperkuat free float. Informasi kepemilikan saham yang transparan serta porsi saham yang tersedia untuk diperdagangkan publik dinilai penting untuk mendukung likuiditas dan meningkatkan daya tarik saham bagi investor.

        Ketiga, memperkuat infrastruktur pasar. Mekanisme perdagangan, kliring, dan penyelesaian transaksi perlu terus ditingkatkan agar semakin efisien, aman, dan andal sesuai praktik terbaik internasional.

        Keempat, memperkuat penegakan hukum dan tata kelola. Kepastian hukum, perlindungan investor minoritas, serta pencegahan manipulasi pasar menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor. Penerapan aturan juga perlu dilakukan secara konsisten, proporsional, dan akuntabel.

        Evaluasi MSCI Jadi Momentum Reformasi

        Armand menilai evaluasi lembaga indeks global seperti MSCI perlu disikapi secara terbuka dan konstruktif. Masukan dari lembaga tersebut dapat menjadi salah satu referensi untuk meningkatkan kualitas pasar modal Indonesia.

        Namun, menurut dia, tujuan reformasi tidak boleh terbatas pada upaya memenuhi kriteria indeks tertentu. Pembenahan perlu diarahkan untuk membangun pasar modal yang transparan, memiliki kepastian hukum, serta mampu menjaga kepercayaan investor dalam jangka panjang.

        Baca Juga: Bukan Sekadar Janji, BEI-OJK Diminta Buktikan Reformasi Nyata ke MSCI

        Baca Juga: IHSG Anjlok ke 4.920,57: Investor Panik akibat MSCI dan Rupiah Tertekan

        Untuk mewujudkannya, diperlukan kerja sama yang erat antara regulator, bursa, emiten, investor, dan seluruh pelaku pasar. Reformasi juga perlu mempertimbangkan kesiapan implementasi dan keberlanjutan pertumbuhan pasar agar peningkatan standar berjalan seiring dengan pendalaman pasar serta perluasan basis investor.

        AEI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis OJK, BEI, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendorong transformasi pasar modal Indonesia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: