Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Saham Bank BUMN Mendadak Bangkit: BMRI, BBNI, hingga BBRI

        Saham Bank BUMN Mendadak Bangkit: BMRI, BBNI, hingga BBRI Kredit Foto: Annisa Nurfitri
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mendadak memangkas pelemahannya pada perdagangan Senin (19/10/2026). Setelah sempat anjlok sekitar 5% pada penutupan sesi I, koreksi indeks menyusut menjadi sekitar 3,51%.

        Perubahan arah tersebut terjadi seiring dengan berkurangnya tekanan jual pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama saham perbankan milik negara.

        Berdasarkan data BEI hingga pukul 15.46 WIB, pada Senin (19/10/2026), saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang sebelumnya terkoreksi hingga sekitar 6,8% mulai memangkas pelemahannya menjadi sekitar 4,1%.

        Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) berbalik ke zona hijau dengan kenaikan 0,3%. Sedangkan saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) juga mengurangi koreksinya hingga tersisa sekitar 0,3%.

        Adapun saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) yang sebelumnya sempat turun 6,2% menjadi 3,4%.

        Penguatan turut terlihat pada sejumlah saham pertambangan. Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) memangkas pelemahannya hingga sekitar 1,6%, dari sebelumnya 6,2%. 

        Sedangkan saham PT Timah Tbk (TINS) juga dari yang tadinya melemah 6,7% menjadi 4,5%.

        Perubahan pergerakan saham-saham tersebut ikut membantu IHSG memangkas koreksi setelah sempat tertekan hebat sejak pembukaan perdagangan.

        Danantara Masuk Pasar untuk Borong Saham BUMN

        Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) bersiap memborong saham perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) yang dinilai memiliki valuasi rendah, tetapi didukung fundamental bisnis yang kuat.

        Langkah ini mencuat di tengah tekanan hebat di pasar saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok ke level 5.196,28 pada Jumat (16/10/2026), merosot 667,50 poin atau 11,38%.

        Pelemahan pasar tersebut terjadi di tengah usulan Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

        Namun, di tengah gejolak tersebut, CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani justru melihat peluang investasi. Menurutnya, koreksi harga saham membuat sejumlah emiten pelat merah kini memiliki valuasi yang menarik untuk dipertimbangkan.

        "Justru kami melihatnya ini adalah suatu opportunity, karena tentunya kami sebagai Danantara selalu melihat investasi itu sebagai long term investment, bukan sebagai investor in and out," ujar Rosan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (16/10/2026).

        Baca Juga: BEI Tegaskan Indonesia Masih Layak Berstatus Emerging Market, Ini Alasannya

        Baca Juga: Armand Hartono Ungkap 4 Hal yang Perlu Dibenahi BEI demi Perkuat Pasar Modal RI

        Baca Juga: DSSA Siapkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham Usai Kena Teguran OJK

        Di sisi lain, ia meyakini dan menganalisa bahwa fundamental dari perusahaan-perusahaan BUMN sangat baik. 

        "Contohnya kita lihat dari sektor perbankan kita sangat baik, solid, tapi valuasinya mungkin di bawah average dari median valuasi di peers di industri-nya. Belum lagi di sektor infrastruktur, di sektor telekomunikasi, dan yang lain-lain," beber dia.

        Menurut dia, terpuruknya IHSG justru menjadi peluang emas untuk melakukan investasi jangka panjang bagi Danantara di pasar modal Indonesia. Lantaran, ia meyakini bahwa valuasi dari perusahaan-perusahaan tersebut akan meningkat ke depannya. 

        "Kami sangat meyakini, yes di bursa kita tahu pasti ada ups and downs. Tapi kalau kami lihatnya ini bukan karena soal fundamental, tapi ini lebih soal technical market rumors, dan juga lebih ke soal non-fundamental," jelas Rosan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: