Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Perkuat Infrastruktur Tranmisi di Wilayah Industri, Bos PLN UIT JBM Siapkan Strategi Baru

        Perkuat Infrastruktur Tranmisi di Wilayah Industri, Bos PLN UIT JBM Siapkan Strategi Baru Kredit Foto: Mochamad Ali Topan
        Warta Ekonomi, Surabaya -

        PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) terus kuatkan jaringan pasokan listrik bertegangan tinggi di wilayah yang memiliki pertumbuhan sektor industri cukup tinggi diantaranya,  Surabaya, Pasuruan dan Banyuwangi.

        Menurut General Manager PT PLN (Persero)  UIT JBM, Ika Sudarmaja, penguatan infrastruktur transmisi tersebut  cukup mendesak mengingat pertumbuhan industri dan investasi di wilayah tersebut.

        "Penguatan infrastruktur transmisi khususnya di kawasan metropolitan seperti Surabaya, membuat ketersediaan listrik menjadi sangat penting. Begitu juga Banyuwangi, Pasuruan, dan Gresik yang berkembang cukup pesat," terang Ika Sudarmaja di Surabaya, Senin ( 19/10/2026)

        Ika Sudarmaja menegaskan, PLN adalah penguatan sistem kelistrikan metropolitan Surabaya namun,  berbeda dengan Jakarta yang ditopang delapan gardu induk bertegangan 500 kilovolt (kV), kawasan metropolitan Surabaya saat ini hanya di topang oleh GI 500 kV Gresik dan Krian. Kondisi tersebut membuat pembangunan Gardu Induk dan jaringan transmisi 500 kV menjadi penting untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik, terutama ketika kebutuhan industri dan perkotaan terus bertambah.

        "PLN merupakan bagian dari alat negara untuk menyediakan kelistrikan. Kami ingin memastikan investor tetap nyaman berinvestasi di Indonesia sehingga kegiatan ekonomi terus berputar," ujar bos PT PLN (  UIT JBM ini.

        Untuk itu kata Ika Sudarmaja, pihaknya ( PLN ) saat ini membangun GI 500 kV di Waru Sidarjo dan  infrastruktur transmisi. Pengembangannya dilakukan dengan mengganti jaringan saluran udara tegangan tinggi (SUTT) 150 kV yang ada dengan kabel bawah tanah. Ruang jalur transmisi yang tersedia kemudian dimanfaatkan untuk pengembangan jaringan tegangan ekstra tinggi 500 kV.

        "Sekarang kita sedang membangun GI 500 kV di Waru, termasuk transmisinya. Saluran 150 kV yang lama kita ganti dengan kabel bawah tanah, sedangkan jalur yang ada dimanfaatkan untuk membangun saluran 500 kV. Ini untuk menopang kawasan metropolitan,"ujarnya.

        Baca Juga: Perkuat Layanan, PLN Genjot Aplikasi Mobile Pelanggan

        Lebih jauh Ika Sudarmaja memaparkan, pihaknya telah  mengelola seluruh infrastruktur transmisi yang menjadi tulang punggung penyaluran listrik di Jawa Bagian Timur dan Bali yang  meliputi 173 gardu induk, terdiri atas 147 gardu induk dengan teknologi air insulated switchgear (AIS) dan 26 gardu induk gas insulated switchgear (GIS).

        Selain itu, PLN juga mengoperasikan 397 unit transformator dengan kapasitas total 29.375 megavolt ampere (MVA). Selain itu, tersedia empat unit transformator bergerak dengan kapasitas total 120 MVA. Panjang keseluruhan jaringan transmisi yang dikelola mencapai 8.329,39 kilometer sirkuit (kms).

        Sementara untuk sistem kelistrikan Jawa Bagian Timur dan Bali saat ini telah  memiliki daya mampu sekitar 9.000 megawatt (MW), sedangkan kebutuhan listrik mencapai sekitar 7.000 MW. 

        "Untuk menjaga keandalan, selain pembangunan infrastruktur baru, kami juga harus memelihara jaringan yang sudah ada," pungkasnya 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Mochamad Ali Topan
        Editor: Fajar Sulaiman

        Bagikan Artikel: