Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Siapkan Rute Dumai-Malaka dan Batam-Johor, ASDP Antisipasi Barang Selundupan

        Siapkan Rute Dumai-Malaka dan Batam-Johor, ASDP Antisipasi Barang Selundupan Kredit Foto: Maulandy Rizky Bayu Kencana
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Parameswara Ferry Terminal telah menandatangani nota kesepahaman (MoU), guna menjajaki pembukaan lintasan penyeberangan internasional Dumai-Malaka yang menghubungkan Indonesia dan Malaysia. Menyusul rencana pembukaan lintasan Batam-Johor yang juga tengah disiapkan. 

        Pembukaan kedua rute tersebut masih akan melalui proses panjang, sembari menyelaraskan regulasi antara RI-Malaysia hingga mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, semisal penyelundupan barang tanpa pita cukai.

        Corporate Secretary ASDP, Windy Andale mengatakan, layanan kapal Roll-on/Roll-off (RoRo) rute Dumai-Malaka saat ini masih proses penyusunan. 

        "Penjajakan rute Dumai-Malaka ini mengikuti proses pengkajian dalam membuka perlintasan rute Batam-Johor yang didorong oleh pemerintah," ujar Windy dalam sesi bincang bersama Warta Ekonomi di Kantor ASDP, Jakarta, Senin (19/10/2026).

        ASDP menilai pembukaan rute Dumai-Malaka memiliki peluang besar untuk memperkuat konektivitas Indonesia-Malaysia.

        "Makanya untuk memudahkan koordinasi, selanjutnya penjajakan detail kerjasamanya seperti apa dan bagaimana, makanya kami mulai dengan MoU," imbuh Windy menyampaikan, pembahasan soal rute Dumai-Malaka ini sebenarnya telah dikaji sejak jauh-jauh hari. Agar tidak terus menjadi wacana, ASDP kemudian mengajak Parameswara Ferry Terminal untuk menjalin MoU.

        "Jadi di tahun 2018 tuh kalau enggak salah pernah dikaji lagi, cuman enggak lanjut. Maka dari itu ini kami mau mulai menseriusi lah ya untuk melihat ini sebagai satu lintasan yang akan sangat strategis," ungkap dia. 

        Secara proyeksi, lintasan Dumai-Malaka beserta Batam-Johor nantinya akan melayani kapal RoRo yang mengangkut penumpang beserta kendaraan pribadi semisal mobil. Kajian panjang pun bakal terus dilakukan agar rute penyeberangan lintas negara tersebut tidak dimanfaatkan oleh sejumlah oknum, seperti mengirim barang selundupan tanpa pita cukai. 

        "Kita perlu lihat juga nanti akses ataupun perizinan yang diberikan buat mobil itu bisa membawa barangnya. Di Johor kemarin juga gitu, karena dia enggak bawa barang doang, barang itu harus dibawa ke mobil," kata Windy.

        Baca Juga: Hubungkan RI-Malaysia, ASDP Jajaki Pembukaan Rute Dumai-Malaka

        Baca Juga: ASDP Bakauheni Mengajar, Karyawan Turun Langsung Berbagi Ilmu Sasar 700 Siswa

        Baca Juga: Strategi ASDP Perkuat Distribusi Logistik Antarpulau Berbuah Penghargaan

        Berdasarkan informasi beredar, MoU antara ASDP dengan Parameswara Ferry Terminal dalam pembukaan rute penyeberangan menjadi landasan bagi kedua pihak untuk melakukan kajian bisnis secara komprehensif. Mencakup potensi permintaan pasar, proyeksi lalu lintas penumpang, aspek teknis dan operasional, kesiapan infrastruktur pelabuhan, hingga aspek regulasi dan perizinan lintas negara. 

        Melalui MoU tersebut, kedua pihak akan melakukan pertukaran data dan informasi, studi pasar dan proyeksi permintaan, kajian teknis-operasional layanan penyeberangan, serta evaluasi kesiapan infrastruktur pelabuhan di Dumai dan Malaka.

        Kajian juga mencakup aspek hukum, regulasi dan perizinan lintas negara, penyusunan alternatif skema kerja sama dan model bisnis, serta analisis kelayakan finansial, termasuk kebutuhan investasi, biaya operasional, proyeksi pendapatan, dan indikator kelayakan usaha.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: