Kader Tak Ingin Jokowi Lengserkan Kaesang, Bocor Posisi Strategisnya Nanti di PSI
Kredit Foto: Ist
Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak akan menjadi ketua umum dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Spekulasi liar yang belakangan ini santer berembus tersebut dipastikan keliru karena ia justru didorong untuk menempati takhta kekuasaan tertinggi lainnya di PSI.
Elite Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia, Ahmad Ali membeberkan bahwa saat ini arus bawah partai tengah bergejolak secara positif dengan membawa satu tuntutan yang bulat. Mayoritas kader dari berbagai penjuru secara masif mendesak agar mantan wali kota itu segera dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pembina PSI.
Baca Juga: Alarm 2 Tahun Prabowo-Gibran: Wacana Indonesia Bubar Menggema di Daerah, Pakar Desak Solusi via DPR
"Satu fakta bahwa hari ini begitu banyak menerima desakan, meminta beliau untuk segera masuk sebagai Ketua Dewan Pembina PSI," kata Ahmad Ali dikutip Selasa (20/10/2026).
Rencana pengukuhan posisi kehormatan nan strategis tersebut diwacanakan bakal dieksekusi bersamaan dengan momentum perhelatan akbar dari Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PSI di 16 November.
Kendati desakan untuk segera melantik tokoh ini sebagai pimpinan tertinggi dewan pembina mengalir deras, mereka bersikap sangat hati-hati.
Ahmad Ali mengklarifikasi bahwa hingga detik ini, jajaran pengurus pusat belum menyempatkan diri untuk duduk bersama dan melakukan pembicaraan tatap muka secara spesifik dengan sosok itu terkait aspirasi kadernya ke Jokowi.
"Namun secara resmi kami belum bertemu dengan beliau dan belum memasukkan sebagai agenda," jelas Ali.
Terlepas dari belum diresmikannya agenda pengukuhan, mereka memberikan garansi bahwa rapimnas yang akan dihelat di Kota Surabaya, Jawa Timur. Acara yang sengaja digelar bertepatan dengan hari ulang tahun partai ini diproyeksikan akan menghadirkan sejumlah kejutan besar bagi konstelasi perpolitikan tanah air.
"Sekaligus ulang tahun partai dan rapimnas di Surabaya. Itu momen nasional. Rangkaiannya seperti apa, nanti teman-teman media akan saksikan sendiri beberapa agenda menarik yang disiapkan panitia," ungkap Ali.
PSI dan Jokowi sendiri memang telah menyedot atensi luas. Sang mantan presiden sejatinya telah mengakui keanggotaannya ejak bulan Oktober 2025. Akan tetapi, secara mengejutkan ia menahan diri dan baru-baru ini memamerkan bukti fisik KTA PSI.
Ketika ditanya oleh awak media mengenai alasan penundaan pengungkapan status keanggotaannya di muka umum, mantan presiden itu memberikan jawaban santai bernada kelakar yang khas dengan karakternya.
Baca Juga: Roy Suryo Skakmat Jokowi Soal Tudingan Penumpang Gelap: Gak Usah Bilang Gelap, Mana Ijazah Aslinya?
"Banyak yang bertanya kok baru ditunjukkan sekarang, ya kan suka-suka saya dong, kan ini kartu milik saya, bahwa saya tunjukkan di Bandung dan Bekasi ini karena momentumnya memang sekarang," kata Jokowi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar