Kredit Foto: BPMI
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu melontarkan sindiran terhadap kinerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia mempertanyakan penilaian survei yang disebut menempatkan kinerja Gibran hanya sedikit di bawah Presiden Prabowo Subianto.
“Tapi menurut tukang survei CELIOS dan SMRC, kinerja Wapres hanya sedikit di bawah kinerja Presiden. Padahal Wapres tidak ada kerjanya,” tulis Said Didu melalui akun X miliknya, dikutip Selasa (20/10/2026).
Sindiran tersebut muncul saat ia mengomentari pemberitaan mengenai peran Gibran dalam pemerintahan yang dipimpin Prabowo. Said Didu menilai hasil survei perlu dicermati di tengah sorotan terhadap aktivitas wakil presiden dalam pengambilan keputusan pemerintahan.
Data CELIOS menunjukkan penilaian masyarakat umum dan kalangan ahli terhadap kinerja Prabowo serta Gibran menghasilkan gambaran berbeda. Dalam kelompok masyarakat umum, Gibran memperoleh skor 4,9 dari 10, sedangkan Prabowo mendapat 4,6.
Sebaliknya, penilaian kalangan ahli menempatkan Prabowo dengan skor 2,8 dari 10 dan Gibran 2,2. Survei CELIOS tersebut melibatkan 1.142 responden masyarakat umum dan 129 responden ahli.
Sementara itu, studi Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) bertajuk Kepemimpinan Nasional Demokratik-Transformatif: Survei Opinion Leaders yang dirilis pada Oktober 2026 mencatat skor kualitas kepemimpinan Prabowo sebesar 5,1 dari 10. Gibran memperoleh skor 4,4 atau terpaut 0,7 poin di bawah Presiden.
Dalam studi SMRC yang melibatkan 200 pemimpin opini, Mahfud MD meraih skor rata-rata 7,6, sedangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memperoleh 7,0. Responden terdiri atas 166 akademisi atau ilmuwan dan 34 jurnalis, dengan pengumpulan data pada September 2026 menggunakan metode snowballing.
Baca Juga: Rapor Merah 2 Tahun Prabowo-Gibran, PDIP: Ekonomi Anjlok, Negara Sedang Tidak Baik-baik Saja
Penilaian SMRC juga mencakup kapabilitas, empati, dan kemampuan memimpin. Pada aspek kapabilitas, Prabowo memperoleh 5,1 dan Gibran 3,7; pada aspek empati, masing-masing mendapat 4,9 dan 4,2; sedangkan pada kemampuan memimpin, Prabowo meraih 5,5 dan Gibran 4,3.
Perbedaan angka dalam kedua studi tersebut menunjukkan bahwa hasil penilaian bergantung pada kelompok responden dan indikator yang digunakan. Adapun pernyataan bahwa Gibran tidak bekerja merupakan sindiran Said Didu, bukan kesimpulan yang dapat ditarik langsung dari skor survei tersebut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: