Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Saiful Mujani Ungkap Kemarahan Publik ke Prabowo-Gibran, Sebut Belum Pernah Melihat yang Seperti Ini

        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pengamat politik Saiful Mujani mengaku belum pernah menyaksikan kemarahan publik terhadap pemerintahan yang baru berusia dua tahun dengan intensitas seperti yang ia gambarkan saat ini. Pengamat yang mengikuti dinamika politik nasional sejak awal reformasi itu menilai situasi tersebut menjadi sorotan serius bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

        "Jadi, tidak pernah ada orang yang namanya baru dua tahun berkuasa, orang sudah marah begitu, begitu kuat marahnya," kata Saiful.

        Pernyataan itu disampaikan dalam acara Rapor Merah Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran yang digelar kelompok Konferensi Republik di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (19/10). Dalam kesempatan tersebut, Saiful menggambarkan kemarahan masyarakat sebagai salah satu persoalan yang menurutnya tengah membayangi pemerintahan saat ini.

        Ia bahkan menilai tingkat kemarahan itu berkaitan dengan merosotnya legitimasi pemerintah di mata masyarakat. Saiful menyebut kondisi tersebut telah mencapai level minus berdasarkan penilaiannya terhadap perkembangan opini publik.

        "Tanya sama orang dari Aceh sampai Papua, sekarang, kalau ditanya sekarang, hampir bisa dikatakan sudah minus legitimasi itu, dan umumnya rakyat sudah marah," ujarnya.

        Saiful kemudian menggambarkan kemungkinan konsekuensi politik dari situasi tersebut. Menurut dia, jika pemilu digelar saat ini, masyarakat yang marah bisa saja tidak lagi memilih Prabowo-Gibran.

        "Misalnya, kalau diadakan pemilu sekarang, enggak lagi mau memilih pasangan ini. Saking marahnya, begitu," kata dia.

        Meski demikian, pernyataan tersebut merupakan penilaian Saiful mengenai suasana politik yang ia amati. Dalam bahan pernyataannya, tidak disertakan hasil survei yang mengukur berapa banyak masyarakat yang marah atau berapa besar perubahan dukungan terhadap pasangan Prabowo-Gibran.

        Kritik Saiful juga disertai kekhawatiran mengenai perkembangan opini publik di berbagai daerah. Ia takut kemarahan yang terus berkembang dapat memperbesar persoalan kebangsaan apabila tidak ditemukan jalan keluar.

        Baca Juga: Justru Jadi Evaluasi, Ini Kata Syahganda Soal Survei Catat Kepuasan pada Prabowo-Gibran di Atas 50%

        "Saya takut, ya, opini-opini yang berkembang di daerah itu betul-betul terjadi, Indonesia bubar. Itu yang paling saya takut," lanjutnya.

        Karena itu, Saiful berharap ada penyelesaian terhadap situasi yang ia gambarkan. Ia secara khusus menyebut DPR sebagai jalur yang dapat ditempuh apabila persoalan tersebut ingin diselesaikan secara damai.

        "Mudah-mudahan segera ada jalan keluar untuk ini, apa pun itu. Kalau mau jalan secara damai adalah lewat DPR," tuturnya.

        Pernyataan Saiful memperlihatkan bahwa kritiknya tidak hanya menyangkut penilaian terhadap legitimasi pemerintah, tetapi juga kekhawatiran mengenai dampak kemarahan publik terhadap kehidupan politik nasional. Namun, sejauh mana pandangan itu mewakili masyarakat secara luas memerlukan pembuktian melalui data yang dapat diukur, bukan semata-mata pengamatan seorang pengamat politik.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: