Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Khawatir Indonesia Bubar, Saiful Mujani Singgung Legitimasi Pemerintahan Prabowo-Gibran

        Khawatir Indonesia Bubar, Saiful Mujani Singgung Legitimasi Pemerintahan Prabowo-Gibran Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pengamat politik Saiful Mujani mengaku khawatir terhadap opini mengenai kemungkinan Indonesia bubar yang menurutnya berkembang di sejumlah daerah. Ia takut pandangan tersebut benar-benar menjadi kenyataan apabila persoalan yang memicu kemarahan masyarakat tidak menemukan jalan keluar.

        "Saya takut, ya, opini-opini yang berkembang di daerah itu betul-betul terjadi, Indonesia bubar. Itu yang paling saya takut," kata Saiful dalam acara Rapor Merah Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (19/10/2026).

        Kekhawatiran tersebut muncul di tengah kritik Saiful terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia menilai legitimasi pemerintahan keduanya telah merosot hingga ke level minus akibat kemarahan publik yang menurutnya semakin kuat.

        "Tanya sama orang dari Aceh sampai Papua, sekarang, kalau ditanya sekarang, hampir bisa dikatakan sudah minus legitimasi itu, dan umumnya rakyat sudah marah," ujarnya.

        Saiful juga mengaku belum pernah menyaksikan kemarahan publik dengan intensitas seperti yang ia gambarkan selama mengamati politik nasional sejak awal reformasi. Menurut dia, kondisi tersebut menjadi perhatian karena pemerintahan Prabowo-Gibran baru berjalan dua tahun.

        "Jadi, tidak pernah ada orang yang namanya baru dua tahun berkuasa, orang sudah marah begitu, begitu kuat marahnya," kata Saiful.

        Ia kemudian menghubungkan kemarahan tersebut dengan kemungkinan perubahan sikap pemilih. Saiful menilai masyarakat yang sedang marah bisa saja tidak lagi bersedia memilih Prabowo-Gibran apabila pemilu digelar saat ini.

        "Misalnya, kalau diadakan pemilu sekarang, enggak lagi mau memilih pasangan ini. Saking marahnya, begitu," ucapnya.

        Pernyataan itu disampaikan ketika kelompok yang menamakan diri Konferensi Republik menggelar pernyataan bersama bertajuk Rapor Merah Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran.

        Agenda tersebut menjadi ruang bagi Saiful untuk menyampaikan kritik terhadap kondisi politik yang ia amati selama dua tahun pemerintahan berjalan.

        Baca Juga: Tepat 2 Tahun Prabowo-Gibran, Klaim 'Negara Aman, Rakyat Bahagia Sejahtera' Jadi Sorotan

        Meski melontarkan kekhawatiran mengenai kemungkinan Indonesia bubar, Saiful tidak menyatakan bahwa perpecahan bangsa telah terjadi. Pernyataannya merujuk pada ketakutan terhadap opini yang berkembang di daerah dan kemungkinan dampaknya apabila situasi tersebut benar-benar terwujud.

        Ia pun berharap persoalan yang menjadi sumber kemarahan masyarakat dapat segera menemukan penyelesaian. Saiful menekankan pentingnya jalan keluar secara damai dan menyebut DPR sebagai salah satu jalur yang dapat ditempuh.

        "Mudah-mudahan segera ada jalan keluar untuk ini, apa pun itu. Kalau mau jalan secara damai adalah lewat DPR," tuturnya.

        Kekhawatiran Saiful tersebut menempatkan persoalan legitimasi pemerintah dan kemarahan publik dalam konteks yang lebih luas, yakni risiko terhadap persatuan nasional. Namun, pernyataan tentang potensi Indonesia bubar tetap merupakan kekhawatiran yang ia sampaikan, bukan kepastian bahwa perpecahan bangsa akan terjadi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: