Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        32 Tahun Membangun Ekosistem, CitraRaya Tangerang Kini Dihuni Lebih dari 80.000 Jiwa

        32 Tahun Membangun Ekosistem, CitraRaya Tangerang Kini Dihuni Lebih dari 80.000 Jiwa Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Dikembangkan sejak 1994, CitraRaya Tangerang terus bertransformasi dari kawasan hunian menjadi kota mandiri yang mengintegrasikan tempat tinggal, bisnis, pendidikan, kesehatan, dan rekreasi. Perkembangan ini berjalan seiring dengan pertumbuhan masyarakat serta perubahan kebutuhan hidup di Tangerang Barat.

        Dikembangkan oleh Ciputra Group, kawasan tersebut memiliki luas pengembangan sekitar 2.760 hektare. CitraRaya kini dihuni lebih dari 80.000 jiwa, dengan lebih dari 51 klaster hunian dan 1.800 unit komersial yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

        Senior Marketing Manager CitraRaya Tangerang, Joni Jingga, mengatakan perkembangan kota mandiri tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh hubungan antara kawasan dan masyarakat yang tinggal di dalamnya.

        “Bagi kami, perkembangan CitraRaya bukan semata-mata tentang bertambahnya hunian atau fasilitas. Hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana kawasan ini menjadi bagian dari perjalanan hidup masyarakat,” ujar Joni.

        Seiring perkembangannya, CitraRaya menghadirkan beragam fasilitas, mulai dari institusi pendidikan, Ciputra Hospital, pusat olahraga, tempat ibadah, hingga kawasan komersial. WaterWorld, EcoPlaza, dan Mal Ciputra Tangerang juga menjadi bagian dari pilihan rekreasi, belanja, dan aktivitas sosial masyarakat.

        Kehadiran berbagai fasilitas tersebut turut memperkuat peran CitraRaya sebagai salah satu pusat regional dan bisnis di Tangerang Barat, sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha di berbagai sektor.

        Perhatian terhadap kualitas lingkungan menjadi bagian dari perjalanan pengembangan kawasan ini. Pada 2011, CitraRaya memperkenalkan EcoCulture sebagai inisiatif untuk mendorong gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

        Selanjutnya, pada 2024, CitraRaya memperkenalkan konsep 10-Minute City. Melalui pendekatan ini, berbagai kebutuhan, seperti pendidikan, kesehatan, pusat komersial, olahraga, dan rekreasi, diarahkan agar dapat dijangkau dalam waktu sekitar 10 menit melalui pilihan mobilitas yang tersedia di kawasan.

        Konsep tersebut menempatkan keterhubungan fasilitas dan kemudahan menjalani aktivitas sehari-hari sebagai bagian penting dari pengembangan kota. Dengan akses yang lebih dekat, masyarakat diharapkan memiliki lebih banyak pilihan untuk mengatur waktu dan memenuhi kebutuhan keluarga.

        Menurut Joni, pengembangan kota mandiri perlu terus menyesuaikan diri dengan perubahan pola hidup masyarakat.

        “Kebutuhan masyarakat hari ini tentu berbeda dengan tiga puluh tahun lalu. Mobilitas, akses terhadap pendidikan dan kesehatan, pilihan aktivitas keluarga, hingga perhatian terhadap lingkungan menjadi semakin penting,” katanya.

        Baca Juga: Bangun 12 Kota Masa Depan, Danantara Siap Sebar Rumah Murah

        Memasuki 2026, pengembangan CitraRaya berlanjut melalui penambahan pilihan kuliner dan gaya hidup, layanan kesehatan, serta berbagai fasilitas baru. Di sektor pendidikan, pembangunan Inspirasi Schools menjadi bagian dari pengembangan kawasan tersebut, dengan rencana operasional pada 2027.

        Perjalanan CitraRaya selama lebih dari tiga dekade menunjukkan bagaimana pengembangan kawasan hunian dapat berkembang menjadi ekosistem perkotaan yang mencakup berbagai aktivitas masyarakat. Ke depan, pertumbuhan kawasan ini akan terus berkaitan dengan kemampuan menyediakan fasilitas dan lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan penghuninya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: