Di Balik Pujian untuk MBG dan Sekolah Rakyat, MUI Singgung Masalah yang Belum Tuntas
Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Marsudi Syuhud, menyampaikan pandangannya terkait perjalanan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Menurut Marsudi, peringatan dua tahun pemerintahan semestinya menjadi momentum evaluasi bersama untuk melihat berbagai capaian yang telah diraih sekaligus mengidentifikasi pekerjaan rumah yang masih perlu diselesaikan.
Ia menilai masyarakat Indonesia memiliki budaya untuk menghargai berbagai hal positif yang telah dilakukan, sembari tetap terbuka melakukan perbaikan terhadap kekurangan yang masih ada.
"Indonesia mempunyai kultur budaya yang selalu mengingat-ingat yang baik dan juga mampu untuk menyesuaikan. Apa yang kurang-kurang itu, kita bersama-sama untuk membenahinya," kata Marsudi dalam keterangannya, dikutip Rabu (21/10).
Dalam penilaiannya, sejumlah program pemerintah dinilai telah memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Beberapa di antaranya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Sekolah Rakyat yang menjadi bagian dari agenda peningkatan kesejahteraan dan kualitas sumber daya manusia.
Di sisi lain, Marsudi juga menyoroti persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tengah terjadi di sejumlah daerah. Menurutnya, penanganan bencana tersebut tidak hanya membutuhkan langkah teknis dan operasional di lapangan, tetapi juga pendekatan spiritual.
Baca Juga: Mantan Dosen ITB Tulis 'Pujian' untuk Prabowo-Gibran, Isi Lengkapnya Bikin Geleng Kepala
Karena itu, ia mengajak umat Islam untuk menggelar shalat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar memohon turunnya hujan guna membantu mengatasi kebakaran yang masih berlangsun
"Pendekatan spiritual seperti shalat Istisqa ini, insyaallah, mudah-mudahan Allah segera menurunkan hujan sehingga kebakaran bisa cepat selesai," tandasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: