Kabut Asap Lintas Negara, Jonan Soroti Kolaborasi Indonesia-Malaysia-Singapura
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Ignasius Jonan memberikan masukan terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Ia menekankan pentingnya kembali merujuk pada kesepakatan bersama antara Indonesia, Malaysia, dan Singapura untuk menangani persoalan kabut asap lintas negara.
“Saya kira kita kembali kepada agreement itu,” kata Jonan dalam video yang diunggah melalui akun Instagram @ignasius.jonan, Rabu (21/10/2026).
Pernyataan tersebut menyoroti pentingnya kesepakatan regional sebagai landasan bagi negara-negara terkait dalam menangani dampak karhutla. Persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan kebakaran di dalam negeri, tetapi juga dampak asap yang dapat meluas hingga wilayah negara tetangga.
Kerja sama Indonesia, Malaysia, dan Singapura diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam pencegahan kebakaran, pemantauan titik api, pertukaran informasi, serta penanganan dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat.
Baca Juga: Luhut Usulkan Hapus Kerugian Negara dalam Definisi Korupsi, Singgung Standar Internasional
Karhutla masih menjadi tantangan lingkungan di Indonesia, terutama ketika musim kemarau meningkatkan risiko kebakaran di kawasan hutan dan lahan gambut. Selain merusak ekosistem, kebakaran juga dapat menurunkan kualitas udara dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Karena itu, penerapan kesepakatan bersama dinilai penting untuk mendorong penanganan yang lebih terkoordinasi. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya berfokus pada pemadaman saat kebakaran terjadi, tetapi juga pada pencegahan agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Masukan Jonan menjadi bagian dari pembahasan mengenai perlunya penguatan kerja sama regional dalam menghadapi karhutla dan mengurangi dampak kabut asap lintas negara.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Taufan Bara Mukti
Editor: Taufan Bara Mukti
Tag Terkait: