Ganjar Pranowo Usulkan Pejabat 'Ngantor' di Lokasi Biar Merasakan Sendiri Sesaknya Bernafas dalam Kepungan Asap
Kredit Foto: Antara/Jessica Wuysang
Ketua DPP PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo, mendesak pemerintah untuk segera mendeklarasikan status Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sebagai bencana nasional.
Desakan ini diiringi dengan lima rekomendasi strategis guna mempercepat penanganan bencana kabut asap yang kian mengkhawatirkan.
Langkah pertama dan kedua yang ditekankan Ganjar adalah penetapan status dan mobilisasi sumber daya secara total. Pemerintah diminta segera mengerahkan tenaga terlatih dan mengonversi berbagai moda transportasi menjadi alat pemadam.
“Umumkan karhutla sebagai bencana nasional. Mobilisasi sumber daya secara maksimal dengan menerjunkan lebih banyak orang terlatih, dan mengonversi peralatan transportasi darat, laut, udara menjadi alat bantu pemadaman secara masif dan terkoordinasi dengan baik,” ujar Ganjar dalam keterangannya, dikutip Rabu (21/10).
Ketiga, Ganjar menyoroti pentingnya refocusing anggaran. Ia menyarankan agar pemerintah mengalihkan sementara anggaran program berskala besar untuk fokus pada penanganan karhutla, baik dari sisi pemadaman darurat maupun jaring pengaman sosial.
"Alihkan sementara waktu anggaran program berdana besar untuk bencana nasional karhutla ini. Selain pemadaman, juga untuk membantu ekonomi warga terdampak, bantuan sosial bagi warga, pedagang, dan UMKM. Pemerintah juga sebaiknya menanggung biaya pengobatan warga terdampak, mendistribusikan masker, oksigen dan kebutuhan lainnya,” paparnya.
Keempat, demi melindungi kelompok rentan, Ganjar meminta agar sekolah di wilayah yang terkepung kabut asap segera diliburkan dan diganti dengan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) demi keselamatan serta kesehatan anak-anak.
Sebagai usulan kelima atau penutup, Ganjar meminta para pemangku kebijakan untuk turun dan bekerja langsung dari lokasi bencana agar memahami penderitaan masyarakat.
"Kerahkan seluruh pejabat terkait untuk ngantor di wilayah karhutla. Dengan merasakan sendiri sesaknya bernapas dalam kepungan asap dan mengetahui sendiri kondisi lapangan, para pejabat akan lebih mengetahui tingkat urgensinya sehingga penanganan bisa lebih cepat dilakukan,” pungkas Ganjar.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat