Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Banyak yang Ingin Pecah Kongsi, Jimly Asshiddiqie Sebut Prabowo Jaga Jokowi Tetap Dekat dengan Istana

        Banyak yang Ingin Pecah Kongsi, Jimly Asshiddiqie Sebut Prabowo Jaga Jokowi Tetap Dekat dengan Istana Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie menilai Presiden Prabowo Subianto tidak sedang berupaya memutus hubungan politik dengan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurut Jimly, Prabowo justru menjalankan strategi merangkul berbagai kelompok, termasuk orang-orang dari lingkaran pemerintahan sebelumnya.

        Dalam perbincangan di siniar Total Politik, Jimly menepis spekulasi mengenai kemungkinan pecah kongsi antara kubu Prabowo dan Jokowi. Ia menilai langkah politik Prabowo tidak sejalan dengan harapan kelompok yang menginginkan pengaruh Jokowi disingkirkan dari pemerintahan.

        "Kalau ada analisa bahwa ini adalah tanda-tanda pecah kongsi antara Hambalang (Prabowo) dan Solo (Jokowi), menurut saya enggak begitu. Karena Prabowo ini mau merangkul semua," ungkap Jimly.

        Pakar Hukum Tata Negara itu mengatakan, pendekatan Prabowo lebih mengutamakan persatuan dan stabilitas politik. Pergantian kepemimpinan, menurut dia, tidak berarti seluruh kekuatan dari pemerintahan sebelumnya harus disingkirkan. Sebaliknya, mereka justru dapat tetap berada dekat dengan pusat kekuasaan.

        "Semangat Presiden Prabowo ini merangkul semua orang yang berbeda. Jokowi itu dijaga supaya jangan keluar. Praktik (kepemimpinan) berganti, tapi bukan diberhentikan, malah semakin dekat ke istana," jelas Jimly.

        Ia menilai pendekatan tersebut berpotensi mengecewakan pihak-pihak yang berharap pemerintahan Prabowo akan menjauhkan Jokowi dari lingkaran kekuasaan.

        Jimly menyinggung sejumlah gestur politik yang dinilai menunjukkan kedekatan kedua tokoh. Di antaranya kunjungan Jokowi ke kediaman Prabowo di Kertanegara serta kabar mengenai rencana Prabowo menyerahkan rumah pensiun pemberian negara kepada Jokowi di Colomadu secara langsung.

        Baca Juga: Pecah Kongsi Prabowo-Jokowi Terbantah, Anwar Usman Disebut jadi Kunci

        "Nanti orang-orang yang anti-Jokowi makin sakit hati dia kan, pusing nih. Kiralogi (analisa kira-kiranya) makin rusak. Padahal niatnya Prabowo memang dia merangkul semua," urai Jimly.

        Menurut Jimly, strategi merangkul berbagai kelompok juga mencerminkan upaya Prabowo menghindari kegaduhan politik. Pendekatan tersebut, dalam pandangannya, menunjukkan bahwa pemerintahan Prabowo tidak semata-mata mengandalkan politik saling jegal, tetapi juga membuka ruang bagi berbagai kekuatan untuk tetap berada dalam lingkaran pemerintahan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: