Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Karhutla Belum Usai, Komisi IV DPR: Berapa Nyawa Lagi yang Harus Dipertaruhkan?

        Karhutla Belum Usai, Komisi IV DPR: Berapa Nyawa Lagi yang Harus Dipertaruhkan? Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali memakan korban jiwa. Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan menyoroti meninggalnya empat petugas dan relawan saat menangani kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, serta sejumlah korban di Kalimantan Timur. Ia mendesak pemerintah memperkuat pencegahan karhutla agar tragedi serupa tidak terus berulang.

        Menurut Daniel, penanganan karhutla tidak boleh hanya berfokus pada pemadaman api. Keselamatan petugas dan masyarakat juga harus menjadi prioritas, terutama ketika kebakaran meluas dan warga berupaya menyelamatkan lingkungan tempat tinggal mereka.

        Di Samarinda, Kalimantan Timur, seorang warga berinisial LJ, berusia 60 tahun, meninggal dunia setelah mengalami luka bakar sekitar 60 persen. Korban mengalami luka tersebut saat berusaha memadamkan api bersama warga lainnya pada Selasa (13/10).

        Baca Juga: Eks Menteri Sentil Singapura soal Karhutla: Indonesia Kebagian Asap, Mereka yang Untung

        Daniel menilai kejadian itu memperlihatkan besarnya risiko yang harus dihadapi masyarakat ketika berusaha memadamkan kebakaran tanpa dukungan kemampuan dan perlengkapan yang memadai.

        “Di balik peristiwa tersebut, ada gambaran tentang warga yang berusaha melindungi lingkungan tempat tinggalnya, tetapi harus menghadapi bahaya kebakaran dengan kemampuan yang terbatas,” sebutnya.

        Selain korban luka bakar, Daniel turut menyoroti meninggalnya seorang balita berusia satu tahun di Kecamatan Palaran, Samarinda, setelah mengalami sesak napas pada Kamis (15/10). Keluarga menduga paparan asap karhutla turut memicu gangguan pernapasan yang dialami korban. 

        Rangkaian peristiwa itu mendorong Daniel mempertanyakan upaya pemerintah dalam mencegah kebakaran yang berulang dan dampaknya terhadap keselamatan masyarakat.

        “Berapa banyak lagi nyawa warga harus dipertaruhkan karena hutan dan lahan dibakar demi kepentingan ekonomi sejumlah pihak?” ungkapnya.

        Baca Juga: MUI Kaji Fatwa Haram Vape, DPR Mendukung

        Daniel juga menyoroti kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah yang terdampak karhutla. Ia menilai hasil pemantauan melalui Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) perlu menjadi dasar untuk mengukur tingkat pencemaran sekaligus menentukan langkah perlindungan bagi masyarakat.

        “Palangka Raya dan sejumlah daerah di Kalimantan punya kualitas udara tidak sehat dan berbahaya akibat Karhutla berdasarkan hasil nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Ini science dan ada ukuran berdasarkan sistem pemantauan,” terangnya.

        Tak hanya berdampak di dalam negeri, Daniel mengingatkan bahwa kabut asap akibat karhutla juga menimbulkan persoalan bagi negara tetangga. Ia meminta pemerintah meningkatkan pengendalian kebakaran agar dampaknya tidak semakin meluas dan memicu tuntutan pertanggungjawaban dari pihak luar.

        “Saat ini yang teriak teriak bukan hanya warga Indonesia, bahkan masyarakat dan otoritas negara tetangga yang ikut terkena imbas Karhutla juga sudah meminta pertanggungjawaban Pemerintah Indonesia,” kata Politisi Fraksi PKB itu.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: