Kredit Foto: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Direktur Utama Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri), Teguh Arief Indratmoko mengaku, perusahaan menyasar tiga pilar teknologi untuk menjadi penopang kedaulatan digital nasional. Ketiga pilar tersebut, antara lain, semikonduktor & teknologi chip, kecerdasan buatan alias artificial intelligent (AI), dan kriptografi pasca kuantum atau Post-quantum cryptography (PQC).
Hal tersebut disampaikan oleh Teguh Arief Indratmoko dalam acara Peruri Digital Summit 2026 yang mengusung tema Building Technology of The Future di Taman Kota Peruri, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
"Selama dua hari ke depan dengan tema Building Technology of the Future, kita akan membidik tiga pilar teknologi yang menjadi penopang kedaulatan digital nasional," ujar Teguh.
Pilar pertama, yakni semikonduktor & teknologi chip. Teguh menjelaskan, pemerintah target mampu menguasai chip berbasis semikonduktor untuk urusan kenegaraan tanpa campur tangan pihak luar.
"Fondasi dari kedaulatan perangkat keras, kita harus memastikan bahwa chip microcontroller yang kelak tertanam dalam identitas digital dan dokumen kenegaraan. Kita harus mampu merekayasa mandiri yang bebas dari kerentanan rantai pasok asing," tegasnya.
Selanjutnya, AI sebagai otak dari efisiensi operasional yang lebih presisi. Alat tersebut diproyeksikan mampu memperkuat sistem keamanan digital, sekaligus menguatkan tata kelola perusahaan.
"AI atau otak dari efisiensi operasional yang presisi, AI memungkinkan kita melakukan verifikasi atas anomali keamanan yang tak kasat mata, sekaligus mempercepat orkestrasi tata kelola perusahaan yang responsif," ungkap Teguh.
Ketiga, kriptografi pasca kuantum yang dinilai bakal lebih melindungi aset serta rahasia kenegaraan dalam ranah digital.
Baca Juga: Bidik Pasar Ekspor, Dua UMKM Binaan PERURI Pamerkan Produk Ramah Lingkungan di TEI 2026
Baca Juga: BEI Siap Singkirkan Saham HSC dari IHSG, DGWG Pasang Strategi
Baca Juga: AI hingga Keamanan Era Kuantum Jadi Bahasan PERURI Digital Summit 2026
"Post-quantum cryptography, sistem pertahanan absolut kita. Kita harus memitigasi ancaman peretasan komputer quantum sejak hari ini, melindungi aset serta rahasia negara dari risiko peretasan informasi vital di masa yang akan datang," paparnya.
Melalui Peruri Digital Summit 2026, Teguh berharap banyak pihak mau ikut bergandengan tangan dalam menciptakan kedaulatan teknologi nasional, baik dari sisi regulasi hingga realisasi.
"Kehadiran bapak/ibu semua di ruangan ini menjadi sangat penting karena kedaulatan teknologi tidak bisa diwujudkan oleh Peruri sendirian. Melalui rangkaian diskusi yang telah kami siapkan, kita duduk bersama untuk melakukan policy co-creation, menyelaraskan kecepatan inovasi industri dengan regulasi," tutur dia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Editor: Dian Ihsan