Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Internal PSI Terpecah Terkait Posisi Jokowi Mau Jadi Ketua Dewan Pembina atau Congkel Posisi Kaesang

        Internal PSI Terpecah Terkait Posisi Jokowi Mau Jadi Ketua Dewan Pembina atau Congkel Posisi Kaesang Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Sejumlah pengurus daerah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyambangi kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Rabu (21/10/2026).

        Kedatangan mereka bertujuan untuk meminang Jokowi agar bersedia menjadi Ketua Dewan Pembina DPP PSI guna mendongkrak perolehan suara pada Pemilu 2029.

        Ketua Dewan Pimpinan Ranting Tingkat (DPRT) PSI Kelurahan Mojosongo Surakarta, Christina, menyampaikan aspirasinya secara langsung agar Jokowi berkenan menduduki kursi Ketua Dewan Pembina PSI. Ketokohan Jokowi dinilai mampu memberikan teladan kepemimpinan yang ideal bagi para kader.

        "Kami memohon Bapak Jokowi untuk mau menjadi Ketua Dewan Pembina PSI. Beliau adalah contoh pemimpin senior yang kinerjanya sudah terbukti. Alhamdulillah Pak Jokowi sangat menghargai aspirasi ini, meski belum ada keputusan resmi dari beliau,” ungkap Christina usai pertemuan.

        Berbeda dengan permintaan PSI Ranting Mojosongo, jajaran pengurus DPD PSI Kabupaten Cirebon beberapa hari lalu secara terang-terangan meminta Jokowi untuk memegang tongkat komando sebagai Ketua Umum DPP PSI.

        Dimana saat ini, posisi Ketua Umum PSI adalah putra bungsu Jokowi sendiri, yakni Kaesang Pangarep.

        Ketua DPD PSI Kabupaten Cirebon, Muhammad Haryanto, menegaskan bahwa sosok mantan Wali Kota Solo tersebut merupakan magnet politik yang luar biasa bagi pertumbuhan partai berlogo mawar itu.

        "Kami meminta Pak Jokowi bersedia menjadi Ketua Umum DPP PSI. Beliau adalah tokoh dan legenda nasional. Harapannya, kehadiran beliau bisa mendulang suara yang lebih bagus bagi PSI di Pemilu 2029 nanti," jelas Haryanto pada Jumat 16 Oktober 2026.

        Mendapat dorongan dari para kader daerah, Jokowi merespons pinangan tersebut dengan santai. Ia bahkan sempat mempertanyakan alasan di balik permintaan para kader yang menginginkan dirinya memimpin PSI.

        “Respons Pak Jokowi cukup santai, beliau menjawab, 'Kenapa meminta saya untuk jadi Ketua Umum PSI?'. Kami tentu akan menindaklanjuti respons ini nanti melalui rapat di internal partai,” tutup Haryanto.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: